BSN Optimistis Bale Syariah Tingkatkan Transaksi Digital
JAKARTA – Transformasi digital menjadi agenda utama Bank Syariah Nasional (BSN) dalam memperkuat daya saing perbankan syariah di tengah perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan berbasis teknologi. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah peluncuran layanan mobile banking Bale Syariah, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan signifikan transaksi digital sekaligus memperluas ekosistem keuangan syariah.
Peluncuran Bale Syariah menjadi simbol keseriusan BSN dalam menghadirkan layanan perbankan syariah yang modern, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis melalui teknologi face recognition sebagai representasi aspek keamanan dan kepercayaan layanan digital. Prosesi tersebut dihadiri Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor, SEVP BTN Thomas Wahyudi, serta Komisaris Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Bahrullah Akbar di Menara BTN, Jakarta.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menjelaskan bahwa peningkatan transaksi digital dimulai dari langkah konversi layanan mobile banking lama ke platform Bale Syariah yang baru. Menurutnya, proses ini menjadi fondasi penting dalam membangun kebiasaan transaksi digital di kalangan nasabah.
“Ya pertama kita melakukan, kita dulu kan memiliki mobile banking lama ya, kita lakukan konversi ke mobile banking yang Bale hari ini. Yang kedua tentunya aktivasi, setiap rekening dibuka pasti akan dilakukan transaksi sehingga nanti kita akan mendorong lah supaya nasabah-nasabah kami bertransaksi menggunakan Bale hari ini,” ujar Alex di Menara BTN, Kamis (05/02/2026).
Data internal BSN menunjukkan bahwa saat ini bank tersebut memiliki hampir 348.293 pengguna aktif dengan total nilai transaksi digital mencapai sekitar Rp6,5 triliun. Sementara itu, Bale Syariah yang baru diluncurkan telah mencatatkan 111.864 pengguna aktif dengan total transaksi sebesar Rp1,26 triliun. Capaian ini mencerminkan potensi pertumbuhan yang besar, seiring dengan perluasan adopsi platform baru tersebut.
Dalam pengembangan ekosistem digital, Alex menegaskan bahwa BSN tidak menghadapi kendala berarti. Bale Syariah justru akan terus dikembangkan melalui peningkatan fitur dan kualitas layanan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
“Saya kira nggak ada kendala sama sekali sih ya, arahnya kita itu adalah bagaimana kita selalu melakukan improvement terhadap Bale Syariah nanti. Ini baru permulaan kan, tentunya ini nanti akan kita kembangkan, kita improvement, kita enhanced, supaya kebutuhan daripada masyarakat ini akan kita penuhi,” jelasnya.
Selain fokus pada teknologi, BSN juga menonjolkan diferensiasi Bale Syariah dibandingkan layanan serupa di pasar. Diferensiasi tersebut terletak pada segmentasi nasabah serta keunikan fitur yang ditawarkan, yang dirancang sesuai dengan karakteristik pengguna layanan perbankan syariah.
“Ya memang di sini kan segmennya aja sudah berbeda, kita ada segmen rasionalis, ada segmen fanatik, tentunya kita akan keunikan ya, keunikan daripada ada differential daripada Bale hari yang kita tonjolkan,” tuturnya.
Keunikan Bale Syariah tercermin dari desain aplikasi hingga fitur pendukung aktivitas ibadah. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur penunjang ibadah, mulai dari informasi lokasi ibadah hingga layanan zakat dan sedekah.
“Contohnya misalnya tampilan di depannya kan sudah terlihat bahwa ini syariah gitu loh, ini memang kita sengaja untuk bagaimana unik ini. Terus ada fitur-fitur untuk ibadah, fitur-fitur untuk mengetahui lokasi-lokasi ibadah, terus menjalankan ibadah seperti zakat, sedekah, bahkan ada pemotongan zakat, di sini ada semua,” jelasnya.
Respons pasar terhadap peluncuran Bale Syariah pun dinilai positif, terutama dalam proses konversi dari layanan lama ke platform baru.
“Programnya pertama kali kita mengkonversi dari yang lama ke baru. Jadi dulu punya mobile banking yang UUS BTN dulu ke BTN Syariah, itu ke Bale Syariah, dan pembentukan akun baru sudah diwajibkan menggunakan Bale Syariah,” katanya.
“Sambutan market cukup bagus, respons ini cukup bagus,” tambahnya.
Dalam transformasi digital ini, aspek keamanan menjadi perhatian utama BSN. Perlindungan data dan rasa aman bagi nasabah dinilai sebagai fondasi kepercayaan terhadap layanan digital perbankan syariah.
“Bagi kami, menjaga keamanan, rasa keamanan, dan data nasabah ada sebagian hal-hal yang harus dijaga secara berhubungan,” tegasnya.
Alex menutup dengan menekankan bahwa keberhasilan Bale Syariah tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjalankan transformasi secara berkelanjutan.
“Keberhasilan Bale Syariah ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan digital saja, tapi lebih utama adalah komitmen dan peran kita semuanya. Percuma kalau kita teknologi bagus, sistem bagus, apapun yang bagus tanpa diperkuat komitmen dari kita semua,” tutupnya. []
Siti Sholehah.
