Penghargaan Arindama, Paser Unjuk Kesiapan Hadapi Krisis Pangan

PASER — Komitmen Pemerintah Kabupaten Paser dalam memperkuat sektor ketahanan pangan kembali mendapat pengakuan. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser meraih Penghargaan Arindama dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas kinerja pembangunan pangan dan pertanian sepanjang tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan setelah pemerintah provinsi melakukan penilaian menyeluruh terhadap kebijakan, program, hingga keberlanjutan pembangunan ketahanan pangan di daerah. Raihan ini menempatkan Kabupaten Paser sebagai salah satu daerah yang dinilai serius menyiapkan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, Budi Hartika, menyebut penghargaan ini merupakan hasil konsistensi kebijakan dan kerja kolektif lintas sektor.

“Penghargaan ini lahir dari proses panjang. Kami dinilai bukan hanya dari program, tetapi juga dari regulasi, dukungan anggaran, serta laporan kinerja selama 2025,” kata Budi saat ditemui di kantornya, Selasa (20/01/2026).

Ia menjelaskan, salah satu indikator utama penilaian adalah keberadaan regulasi daerah yang mendukung pembangunan ketahanan pangan, baik berupa peraturan daerah maupun kebijakan turunan lainnya. Seluruh dokumen tersebut menjadi bagian dari laporan yang disampaikan kepada pemerintah provinsi.

“Setiap kebijakan dan kegiatan kami dokumentasikan secara lengkap. Itu yang kemudian menjadi dasar penilaian,” ujarnya.

Selain aspek regulasi, besaran alokasi anggaran juga menjadi perhatian tim penilai. Menurut Budi, dukungan anggaran mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Sepanjang 2025, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser menjalankan sejumlah program strategis. Mulai dari pengawasan keamanan pangan, pemetaan wilayah rawan pangan, penguatan diversifikasi konsumsi pangan, hingga memastikan distribusi pangan merata di seluruh kecamatan.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas sekaligus memperkuat daya tahan daerah menghadapi potensi krisis.

“Intinya, kami ingin daerah siap. Ketika terjadi gangguan pasokan atau kondisi darurat, sistem pangan sudah punya skema mitigasi,” tutur Budi.

Program-program tersebut diprioritaskan pada wilayah yang masuk kategori rawan pangan. Menurutnya, kerawanan pangan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pangan, tetapi juga akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar.

“Wilayah yang sulit dijangkau atau minim fasilitas kesehatan lebih rentan. Itu sebabnya penanganannya tidak bisa satu dinas saja,” jelasnya.

Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan menggandeng sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan, guna memperkuat pendekatan lintas sektor.

“Jika akses jalan memadai dan layanan kesehatan tersedia, potensi kerawanan pangan bisa ditekan,” imbuhnya.

Penghargaan Arindama ini menjadi pengakuan atas langkah terukur Pemkab Paser dalam membangun sistem ketahanan pangan daerah. Lebih dari sekadar prestasi, capaian ini diharapkan menjadi pemicu penguatan kebijakan pangan jangka panjang demi menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *