Salam Berdesa Jadi Senjata Baru PMD Paser

PASER — Pola pembinaan desa di Kabupaten Paser mulai bergeser. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) tak lagi mengandalkan forum formal yang kaku, melainkan memilih turun langsung dan bermalam di desa melalui program bertajuk Salam Berdesa. Pendekatan ini dirancang untuk membuka ruang dialog yang lebih jujur, cair, dan solutif antara pemerintah daerah dan desa.

Program Salam Berdesa telah berjalan selama dua tahun terakhir dan menjadi salah satu strategi unggulan Dinas PMD Paser dalam mendorong lahirnya desa berdaya saing dan berprestasi. Konsepnya sederhana: satu malam di desa, tanpa seremoni, tanpa protokoler berlebihan.

Melalui skema tersebut, aparatur desa dan masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi sehari-hari, sekaligus memetakan potensi desa yang selama ini belum tergarap maksimal.

Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Paser, Kasrani, menilai pendekatan nonseremonial justru membuat proses pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin membangun komunikasi yang apa adanya. Tidak ada rapat resmi atau acara simbolik, yang ada dialog langsung dengan desa sesuai kondisi lapangan,” ujarnya, Kamis (22/01/2026).

Dalam setiap pelaksanaan Salam Berdesa, seluruh bidang di Dinas PMD terlibat secara langsung. Masing-masing bidang menjalankan fungsi pembinaan sesuai tugasnya, mulai dari pemerintahan desa hingga pemberdayaan masyarakat.

Bidang pemerintahan desa, misalnya, berfokus pada pendampingan kepala desa, sekretaris desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sementara bidang pemberdayaan masyarakat menyasar lembaga kemasyarakatan desa, karang taruna, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

“Pembinaannya disesuaikan. Aparatur desa dibina soal tata kelola, sementara kelembagaan masyarakat kita dorong agar lebih aktif dan produktif,” jelas Kasrani.

Setelah kegiatan selesai, Dinas PMD menyusun berita acara yang memuat catatan hasil diskusi, rekomendasi, serta berbagai persoalan yang disampaikan desa. Dokumen ini menjadi dasar tindak lanjut lintas perangkat daerah agar permasalahan desa tidak berhenti sebatas diskusi.

“Kalau ada persoalan pendidikan atau kesehatan, meskipun bukan kewenangan langsung kami, tetap kami tampung dan kami teruskan ke dinas terkait,” terangnya.

Menurut Kasrani, peran Dinas PMD tidak hanya sebagai pembina, tetapi juga penghubung antarinstansi agar aspirasi desa benar-benar mendapatkan solusi. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan desa secara terpadu.

Lebih dari itu, Salam Berdesa juga menjadi sarana pemetaan potensi desa. Mulai dari potensi ekonomi lokal, pengembangan UMKM, hingga peluang wisata desa yang dapat diangkat sebagai sumber pertumbuhan baru.

“Dari kegiatan ini kami bisa melihat langsung potensi desa, termasuk peluang pariwisata yang bisa dikembangkan ke depan,” katanya.

Dengan pendekatan yang lebih membumi dan partisipatif, Dinas PMD Kabupaten Paser optimistis hubungan antara pemerintah daerah dan desa akan semakin erat. Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *