Kebakaran Pabrik Karoseri di Bogor, 10 Unit Damkar Diterjunkan
JAKARTA – Kebakaran melanda sebuah pabrik perakitan badan kendaraan atau karoseri yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, pada Jumat (06/02/2026) pagi. Insiden ini sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar dan menyebabkan gangguan arus lalu lintas di ruas jalan utama tersebut. Aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah api meluas ke area lain.
Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo menyampaikan bahwa objek yang terbakar merupakan Pabrik Delima Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang karoseri kendaraan, termasuk perakitan badan bus serta kendaraan untuk kebutuhan tertentu, seperti milik TNI dan Polri.
“(Objek terbakar) Pabrik Delima Jaya bergerak di bidang karoseri kendaraan bus, semua kendaraan-kendaraan, TNI Polri juga,” ujar Enjo saat ditemui di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, seorang petugas office boy diketahui tengah melakukan aktivitas bersih-bersih di lantai dua gedung pabrik. Tidak lama kemudian, muncul indikasi awal kebakaran berupa letupan dan kepulan asap dari salah satu ruangan.
“Saat awal kebakaran ada OB (office boy) sedang bersih-bersih, kemudian ada letupan asap, kemudian OB lari-lari memberitahukan kepada sekuriti dan karyawan,” kata Enjo. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak keamanan internal pabrik yang kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor mengerahkan sejumlah armada ke lokasi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Agung Prihanto, mengatakan bahwa total 10 unit mobil pemadam dikerahkan, terdiri dari delapan unit milik Kota Bogor dan dua unit bantuan dari wilayah kabupaten.
“Unit yang diterjunkan, unit dari kita 8 (unit pemadam) kemudian dari kabupaten ada 2 (unit), kemudian dari teman-teman BPBD, TNI, Polisi dan Tagana, Alhamdulillah sudah berada disini semua untuk penanganan,” ujar Agung di lokasi kejadian. Sinergi lintas instansi tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses pemadaman dan pengamanan area sekitar pabrik.
Kebakaran yang terjadi sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jalan Sholeh Iskandar, mengingat lokasi pabrik berada di jalur padat kendaraan. Namun, setelah api berhasil dikendalikan, kondisi lalu lintas secara bertahap kembali normal.
“Jadi Alhamdulillah saat ini kebakaran sudah tertangani sekarang dalam proses pendinginan,” imbuh Agung. Tahap pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Dalam insiden tersebut, satu unit bus pajangan atau display dilaporkan terbakar. Bus tersebut berada di lantai satu bangunan pabrik dan terkena imbas cepatnya perambatan api dari lantai atas.
“Jadi api dengan cepat membesar dan merambat ke ruang sebelah dan turun ke (lantai) bawah, sehingga terkena bus display satu unit,” jelas Agung. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran serta besaran kerugian materiil yang ditimbulkan. Aparat kepolisian juga memastikan bahwa area pabrik telah diamankan untuk mendukung proses investigasi. []
Siti Sholehah.
