Gas Elpiji 3 Kg Meledak di Bogor, Korban Alami Luka Bakar 70 Persen

BOGOR — Insiden ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram kembali menimbulkan korban jiwa dan menjadi pengingat serius akan pentingnya keselamatan penggunaan gas rumah tangga. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (07/02/2026) pagi. Dua orang dilaporkan mengalami luka bakar parah akibat ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas pada regulator tabung.

Kapolsek Gunungputri Kompol Aukia Robby menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat salah satu korban, Japar, tengah bersiap merebus jamu di dapur rumahnya. Aktivitas rutin itu berubah menjadi peristiwa tragis ketika api dari kompor menyambar gas yang telah bocor.

“Atas kejadian tersebut, (korban) Japar dan Eko Mulyadi mengalami luka bakar di seluruh badan atau luka bakar sekitar 70 persen,” kata Kapolsek Gunungputri Kompol Aukia Robby dalam keterangan tertulis, Minggu (08/02/2026).

Menurut Robby, informasi awal diperoleh dari keterangan saksi di lokasi kejadian. Saksi menyebutkan bahwa sebelum ledakan terdengar, tidak ada tanda-tanda mencurigakan selain aroma gas yang diduga berasal dari regulator tabung elpiji.

“Saksi mempunyai info dari (korban) Eko, memberi tahu bahwa ledakan terjadi setelah (korban) Japar menyalakan kompor mau merebus jamu,” kata Robby.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ledakan dipicu oleh percikan api yang mengenai gas bocor di area dapur.

“Dari keterangan saksi di TKP, penyebab ledakan berawal percikan api yang menyambar gas, dari bocornya regulator tabung gas 3 kilogram,” imbuhnya.

Ledakan tersebut menyebabkan kondisi dapur porak-poranda. Warga sekitar yang mendengar suara ledakan keras segera mendatangi lokasi dan menemukan kedua korban tergeletak di area dapur dengan kondisi luka bakar serius. Warga kemudian memberikan pertolongan awal sebelum menghubungi pihak berwenang dan layanan medis.

“Kedua korban, menurut Robby, ditemukan warga sudah tergeletak di sekitar ruang dapur. Keduanya kini sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan,” kata Robby.

Ia menyebutkan bahwa kedua korban telah dirujuk dan kini mendapatkan penanganan intensif di RSUD Bhakti Pajajaran, yang sebelumnya dikenal sebagai RSUD Cibinong.

“Untuk kedua korban sekarang ditangani dan dirawat di RSUD Bhakti Pajajaran (sebelumnya RSUD Cibinong),” kata Robby.

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden ledakan tabung gas elpiji di permukiman warga. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin memeriksa kondisi tabung, selang, serta regulator gas sebelum digunakan. Kebocoran kecil yang tidak terdeteksi dapat berakibat fatal ketika terkena percikan api.

Selain itu, warga juga diminta segera menjauh dari sumber api dan membuka ventilasi jika mencium bau gas, serta tidak menyalakan peralatan listrik atau kompor sebelum memastikan kondisi aman. Polisi masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerusakan akibat ledakan tersebut, sembari menunggu perkembangan kondisi medis kedua korban. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *