Insiden Industri di China Utara, Delapan Orang Tewas Akibat Ledakan
JAKARTA — Insiden ledakan kembali mengguncang sektor industri di China bagian utara. Sebuah pabrik bioteknologi dilaporkan meledak dan menewaskan sedikitnya delapan orang, menambah daftar panjang kecelakaan kerja serius yang terjadi di negara tersebut. Peristiwa ini menyoroti kembali persoalan keselamatan kerja dan pengawasan industri yang kerap menjadi sorotan internasional.
Ledakan terjadi pada Sabtu pagi di perusahaan bioteknologi Jiapeng yang berlokasi di Kabupaten Shanyin, Provinsi Shanxi. Wilayah tersebut berada sekitar 400 kilometer di sebelah barat Beijing. Informasi awal menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak tujuh orang, dengan satu orang lainnya dilaporkan hilang. Namun, perkembangan terbaru mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal bertambah menjadi delapan orang.
Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa seluruh korban telah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, perwakilan hukum dari perusahaan terkait dilaporkan telah ditahan oleh pihak berwenang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menelusuri dugaan kelalaian atau pelanggaran yang mungkin terjadi sebelum insiden tersebut.
Hingga Minggu (08/02/2026), otoritas setempat masih melakukan operasi pembersihan dan pengamanan di sekitar lokasi ledakan. Wartawan yang berada di area kejadian mengamati asap berwarna kuning gelap masih mengepul dari lokasi pabrik, menandakan dampak ledakan yang cukup besar. Area sekitar pabrik pun dilaporkan disterilkan guna mencegah risiko lanjutan terhadap warga sekitar.
Pihak berwenang telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Tim ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk lembaga keselamatan kerja dan otoritas industri. Penyelidikan akan difokuskan pada standar operasional pabrik, sistem keamanan, serta kemungkinan adanya bahan kimia berbahaya yang menjadi pemicu ledakan.
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai tingginya angka kecelakaan industri di China. Meski negara tersebut telah melakukan berbagai reformasi regulasi dalam beberapa tahun terakhir, insiden fatal masih kerap terjadi. Sejumlah pengamat menilai bahwa lemahnya penerapan standar keselamatan di lapangan serta tekanan produksi yang tinggi menjadi faktor utama berulangnya kecelakaan kerja.
Sebagai perbandingan, pada akhir Januari lalu, sebuah ledakan di pabrik baja di Provinsi Mongolia Dalam yang bertetangga dengan Shanxi menewaskan sedikitnya sembilan orang. Insiden tersebut sempat memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan industri berat di wilayah utara China. Namun, peristiwa terbaru ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan masih belum sepenuhnya dapat ditekan.
Pemerintah China menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti lalai dan memastikan proses penyelidikan berjalan transparan. Selain itu, otoritas juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap pabrik-pabrik berisiko tinggi, khususnya yang bergerak di sektor kimia dan bioteknologi.
Ledakan di pabrik Jiapeng ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan keras tentang pentingnya keselamatan kerja. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri, penerapan standar keamanan yang ketat dinilai menjadi keharusan agar tragedi serupa tidak terus berulang. []
Siti Sholehah.
