Aksi Brutal Remaja Terekam Kamera, Pelajar Disiram Cairan Diduga Air Keras

JAKARTA — Aksi kekerasan yang melibatkan pelajar kembali menghebohkan publik setelah sebuah video penyiraman cairan berbahaya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, dan melibatkan sejumlah pelajar yang diduga masih berstatus siswa sekolah menengah. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan jalanan yang melibatkan remaja di wilayah ibu kota.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas dan dilihat pada Minggu (08/02/2026), terlihat tiga pelajar berseragam sekolah berboncengan menggunakan sepeda motor. Ketiganya sempat berhenti di pinggir jalan sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Situasi tampak normal hingga mereka berpapasan dengan sekelompok pelajar lain yang juga berboncengan tiga dari arah berlawanan.

Saat berpapasan, salah satu pelajar dari kelompok pelaku terlihat mengarahkan botol kemasan ke arah korban dan menyiramkan cairan yang diduga berbahaya. Cairan tersebut mengenai salah satu pelajar dari kelompok korban. Setelah melakukan aksinya, ketiga pelajar pelaku langsung melaju meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan.

Peristiwa tersebut langsung menuai kecaman warganet karena dinilai membahayakan nyawa dan keselamatan korban. Banyak pihak menyoroti keberanian para pelaku yang melakukan tindakan tersebut secara terbuka di jalan umum pada siang hari.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya kejadian penyiraman tersebut. Ia menyampaikan bahwa insiden itu terjadi pada Jumat (06/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Intinya bertiga orang ini bonceng motor, terus kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram,” kata Roby saat dimintai konfirmasi, Minggu (08/02/2026).

Meski diduga menggunakan air keras, pihak kepolisian belum memastikan jenis cairan yang disiramkan oleh para pelaku. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kandungan cairan tersebut.

“Diduga air keras. Kalau air kerasnya model apa, kita belum cek lab. Nanti sih kita bisa ngomong kalau (sudah ada) hasil dari lab. Karena laporannya sendiri itu kan oleh orang tuanya,” ucapnya.

Roby menambahkan bahwa laporan resmi telah dibuat oleh orang tua salah satu korban. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkap identitas baik korban maupun pelaku karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus di bawah umur.

“Iya (pelaku dan korban sesama pelajar), beda sekolah,” pungkasnya.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah guna mempermudah identifikasi para pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan pelajar yang seharusnya berada dalam lingkungan pendidikan dan pembinaan. Aksi kekerasan menggunakan cairan berbahaya berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik secara fisik maupun psikologis bagi korban.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar jam belajar. Selain itu, aparat juga meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan atau rekaman terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian guna mempercepat pengungkapan kasus.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *