Kepala Terbungkus Plastik, Pria Asal Tangerang Ditemukan Tewas
JAKARTA — Aparat kepolisian masih menyelidiki secara mendalam penemuan jasad seorang pria di sebuah kamar kos di wilayah Kecamatan Untung, Kota Bandar Lampung. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan kepala dibungkus plastik, sebuah kondisi yang memunculkan dugaan adanya unsur tindak pidana. Identitas korban akhirnya terungkap sebagai Hindradjaja (61), warga Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah sempat mengalami kendala karena tidak ditemukan dokumen pribadi di lokasi kejadian. Saat pertama kali ditemukan, kamar kos tempat korban berada tidak menyimpan kartu identitas maupun barang pribadi yang dapat langsung menunjukkan jati diri korban.
“Di TKP kamar tersebut kami tidak menemukan data diri atau identitas korban. Kemudian setelah dibawa ke rumah sakit, tim melakukan identifikasi menggunakan alat IPS dan mengetahui identitas jenazah,” kata Gigih kepada wartawan, dilansir detikSumbagsel, Minggu (08/02/2026).
Identifikasi jenazah kemudian dilakukan oleh tim kepolisian menggunakan alat Inafis Portable System (IPS). Melalui pemindaian sidik jari, polisi berhasil memastikan identitas korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa korban merupakan pria kelahiran Jakarta yang telah berusia 61 tahun.
“Identitas jenazah tersebut bernama Hindradjaja kelahiran Jakarta berusia 61 tahun. Alamatnya di Desa Pakulonan Barat, Desa Pakulonan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,” sambung Gigih.
Penemuan mayat ini sebelumnya menggegerkan warga sekitar, terutama penghuni kos lain di lingkungan tersebut. Kondisi korban yang ditemukan dengan kepala terbungkus plastik menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah mengungkap penyebab kematian korban serta menelusuri apakah terdapat unsur kekerasan atau keterlibatan pihak lain.
Hingga kini, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan lanjutan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Petugas juga mengamankan sejumlah barang di kamar kos korban yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci hasil sementara dari penyelidikan itu.
Selain mengungkap identitas korban, aparat juga berupaya menjalin komunikasi dengan pihak keluarga. Mengingat korban berdomisili di wilayah Banten, Polresta Bandar Lampung telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menyampaikan kabar duka dan informasi resmi kepada keluarga almarhum.
“Kami berkoordinasi dengan Polda Banten dan jajarannya untuk memberikan informasi kepada keluarga almarhum,” ucapnya.
Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Autopsi dan analisis forensik menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan kasus ini. Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran jelas terkait waktu kematian, kondisi tubuh korban, serta kemungkinan adanya tindak pidana.
Kasus ini menambah daftar penemuan jenazah di tempat tinggal sementara seperti kamar kos yang memerlukan perhatian serius dari aparat dan masyarakat. Kepolisian mengimbau warga agar segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan korban atau aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.
Penyelidikan masih terus berjalan, dan polisi menegaskan akan menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik setelah ditemukan fakta-fakta baru yang signifikan. []
Siti Sholehah.
