Kunjungan Presiden Israel Picu Gelombang Demo Pro-Palestina di Australia
SYDNEY – Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia memicu gelombang penolakan dari ribuan warga yang turun ke jalan di berbagai kota pada Senin (09/02/2026) waktu setempat. Aksi unjuk rasa tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan di ruang publik Australia, seiring perdebatan tajam terkait konflik Israel–Palestina dan sikap pemerintah Canberra terhadap isu kemanusiaan di Jalur Gaza.
Herzog dijadwalkan melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah kota besar di Australia dalam pekan ini. Lawatan tersebut dilakukan atas undangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, menyusul tragedi penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi pada 14 Desember lalu. Insiden itu berlangsung saat perayaan festival Hanukkah dan menewaskan sedikitnya 15 orang, meninggalkan duka mendalam bagi komunitas Yahudi Australia.
Meski pemerintah Australia menegaskan bahwa kunjungan Herzog bertujuan menunjukkan solidaritas terhadap korban dan komunitas Yahudi, kehadiran Presiden Israel itu justru menuai kritik luas. Sejumlah kelompok masyarakat menilai kunjungan tersebut tidak terlepas dari situasi konflik yang masih berlangsung di Gaza, yang telah menelan banyak korban sipil Palestina.
Kelompok-kelompok pro-Palestina, seperti dilansir Reuters, Senin (09/02/2026), menggelar aksi demonstrasi serentak di berbagai wilayah Australia pada Senin malam. Di Sydney, ribuan massa memadati sebuah alun-alun di kawasan pusat bisnis kota. Mereka membawa spanduk, meneriakkan slogan-slogan solidaritas untuk Palestina, serta mendengarkan orasi dari sejumlah aktivis.
Salah satu demonstran, Jackson Elliott (30), menyampaikan kritiknya terhadap sikap pemerintah Australia.
“Pembantaian Bondi sangat mengerikan, tetapi dari kepemimpinan Australia kita tidak ada pengakuan terhadap rakyat Palestina dan warga Gaza,” kata Elliott.
Ia juga menyinggung peran Herzog dalam konflik yang lebih luas.
“Herzog telah menghindari semua pertanyaan tentang pendudukan dan mengatakan bahwa kunjungan ini adalah tentang hubungan Australia dan Israel, tetapi dia terlibat,” sebutnya.
Aksi unjuk rasa berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Sebuah helikopter kepolisian terlihat berputar di atas lokasi demonstrasi, sementara polisi berkuda dan personel tambahan disiagakan di sejumlah titik strategis. Otoritas setempat mengerahkan sekitar 3.000 personel kepolisian di seluruh Sydney selama kunjungan Herzog untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi potensi gangguan.
Di sisi lain, Herzog tetap menjalankan agenda resminya. Ia memulai kunjungannya dengan mendatangi Pantai Bondi dan meletakkan karangan bunga di memorial korban penembakan massal. Selain itu, ia juga bertemu dengan para penyintas serta keluarga 15 korban tewas, sebagai bentuk empati dan dukungan moral.
Ketua Eksekutif Bersama Dewan Eksekutif Komunitas Yahudi Australia, Alex Ryvchin, menyambut positif kunjungan tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyebut kehadiran Herzog sebagai bentuk penguatan solidaritas.
“Akan mengangkat semangat komunitas yang berduka,” ujarnya.
Namun, penolakan terhadap kunjungan Herzog tidak hanya datang dari kelompok pro-Palestina. Sejumlah komunitas Yahudi di Australia juga menyuarakan keberatan. Dewan Yahudi Australia, yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah Israel, merilis surat terbuka yang ditandatangani lebih dari 1.000 akademisi dan tokoh komunitas Yahudi. Surat tersebut mendesak PM Albanese untuk mencabut undangan kepada Herzog.
Situasi ini menunjukkan kompleksitas sikap publik Australia terhadap konflik Timur Tengah. Kunjungan Herzog tidak hanya menjadi simbol solidaritas bagi sebagian pihak, tetapi juga memicu perdebatan luas mengenai tanggung jawab moral, hak asasi manusia, dan posisi Australia di tengah konflik global yang berkepanjangan. []
Siti Sholehah.
