BEI Ajak Bank Kalbar Masuk Bursa, IPO Jadi Peluang Investasi Menjanjikan

Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, SE, MM. (Foto : Istimewa)

PONTIANAK, PRUDENSI.COM-Kantor Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, Ardhy Anto, mendorong perusahaan-perusahaan yang berdomisili di Kalimantan Barat untuk memanfaatkan pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Salah satu perusahaan yang dinilai memiliki potensi besar adalah Bank Kalbar.

“Bank Kalbar sejauh ini memang belum ada rencana IPO. Namun begitu, apabila Bank Kalbar siap, tentu kami akan menyambut baik,” ungkap Kepala Pelaksana Harian Wilayah BEI Kalimantan Barat, Ardhy Anto.

Ia menegaskan, BEI siap memberikan asistensi kepada perusahaan daerah yang berminat go public. Saat ini, sudah ada sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) yang tercatat di bursa, seperti Bank Jawa Barat, Bank Jawa Timur, dan Bank Banten.

Ardhy pun berharap Bank Kalbar ke depan dapat mengikuti jejak tersebut dengan mempertimbangkan opsi penawaran saham kepada publik.

Selain sektor perbankan, ia menyebut sejumlah perusahaan lain di Kalimantan Barat juga tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar modal. “Untuk tahun 2026, ada beberapa perusahaan yang sudah dalam proses. Sekitar tiga perusahaan potensial di daerah ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, sebelumnya menyampaikan bahwa peluang IPO Bank Kalbar terbuka seiring dengan kinerja keuangan bank yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan perhitungan kepemilikan saham, para pemegang saham Bank Kalbar pada tahun ini memperoleh imbal hasil sekitar 14 persen dari total investasi. Angka tersebut dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan instrumen investasi lain, seperti deposito.

“Artinya, investasi di Bank Kalbar sangat menguntungkan. Semakin besar investasi, semakin besar saham, maka semakin tinggi pula return yang diperoleh,” jelas Rokidi.

Ia menambahkan, apabila pemerintah daerah memberikan izin untuk melakukan IPO, Bank Kalbar optimistis akan menarik minat investor.

“Pasti banyak yang beli,” ujar Rokidi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *