Polisi Klarifikasi Video Viral WN Pakistan di Bandara Soetta

TANGERANG – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan seorang pria warga negara Pakistan diamankan petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Dalam unggahan yang viral tersebut, pria itu dinarasikan sebagai pelaku love scamming atau penipuan berkedok hubungan asmara. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa narasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena tidak disertai laporan resmi.

Kapolresta Bandara Soetta AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menjelaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video terjadi pada Sabtu (07/02/2026). Kejadian bermula saat seorang perempuan berinisial SAP tiba di Bandara Soetta setelah melakukan perjalanan dari Kolombo, Sri Lanka. Kedatangannya disambut oleh seorang pria WN Pakistan yang diketahui merupakan suami dari perempuan tersebut.

“Di mana saudari SAP baru datang dari Kolombo, Sri Lanka Air, mendarat di Bandara Soetta tepat di depan lobi pikap Terminal 3. Terjadi keributan karena yang menjemput adalah keluarganya atau suaminya dari Pakistan. Di situ ada keributan antarkeluarga,” ujar AKBP Ida Bagus, dilansir Antara, Selasa (10/02/2026).

Keributan antarkeluarga itu menarik perhatian petugas keamanan bandara. Demi menjaga ketertiban dan keamanan di area terminal, petugas aviation security (Avsec) kemudian mengamankan para pihak yang terlibat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Terminal 3 Bandara Soetta.

Menurut AKBP Ida Bagus, tindakan pengamanan dilakukan semata-mata untuk mencegah gangguan operasional bandara, bukan karena adanya tindak pidana yang telah terbukti. Setelah diamankan, seluruh pihak dibawa untuk dilakukan klarifikasi dan konsultasi lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil keterangan bahwa kejadian itu karena ada keberatan dari keluarga perempuan yang baru datang dari Kolombo. Kemudian dibawa di Poresta Bandara di sana berkonsultasi terkait dugaan atau hal-hal yang didalilkan oleh keluarga dan suaminya itu,” imbuhnya.

Dari hasil klarifikasi tersebut, diketahui bahwa permasalahan yang terjadi lebih bersifat konflik internal keluarga. Kepolisian menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak-pihak yang terlibat, tanpa berlanjut ke proses hukum.

Meski demikian, AKBP Ida Bagus menegaskan bahwa narasi di media sosial yang menyebut pria WN Pakistan tersebut sebagai pelaku love scamming belum dapat dibuktikan. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari pihak mana pun terkait dugaan penipuan asmara yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.

“Karena keluarga yang dari perempuan memang mendalilkan, tapi hanya sekadar konsultasi saja, tapi belum kita terima laporan. Jadi laporan polisinya belum ada,” pungkasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Narasi yang berkembang tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak tertentu. Kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti dugaan tindak pidana apabila ada laporan resmi yang disertai bukti dan keterangan dari para korban.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *