Dirut Bank Kalbar : Fokus Utama 2026 Perluas Jangkauan Layanan Digital

Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi, SE, MM berkomitmen memperkuat struktur permodalan dan akselerasi digitalisasi Bank Kalbar.(Foto : Istimewa)

PONTIANAK, PRUDENSI.COM-Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi, SE, MM menegaskan komitmen memperkuat struktur permodalan dan akselerasi digitalisasi Bank Kalbar dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Pontianak, Rabu (11/2/2026).

Bank daerah tersebut mencatat laba bersih Rp522,99 miliar dengan NPL sehat 1,85 persen, sekaligus menyiapkan ekspansi layanan digital dan penguatan modal daerah untuk tahun 2026.

Salah satu agenda utama dalam RUPS Luar Biasa adalah penambahan modal. Sejumlah pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Ketapang, telah berkomitmen menambah penyertaan modal sebesar Rp 7,5 miliar guna memperkuat kapasitas ekspansi kredit Bank Kalbar.

Bank Kalbar juga memperkuat layanan syariah melalui pengangkatan Dewan Pengawas baru untuk Bank Kalbar Syariah, guna memastikan kepatuhan serta akselerasi layanan keuangan syariah di Kalimantan Barat.

Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, SE, MM menekankan bahwa fokus utama tahun 2026 adalah memperluas jangkauan layanan digital, termasuk penguatan fitur mobile banking serta pengembangan ekosistem QRIS hingga ke pelosok Kalimantan Barat.

“Dengan langkah tersebut, Bank Kalbar diharapkan semakin adaptif, inklusif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah,”ujar H. Rokidi.

Secara terperinci berdasarkan laporan kinerja Tahun Buku 2025, Bank Kalbar mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan sejumlah capaian utama, di antaranya : Laba bersih mencapai Rp 522,99 miliar, tumbuh 7,66% (year-on-year); Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp 18,07 triliun, dengan dominasi sektor UMKM di atas 39%; Total aset menembus Rp 27,84 triliun, naik 5,02% dibandingkan periode sebelumnya; Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sehat di angka 1,85%, jauh di bawah rata-rata industri nasional

“Bank Kalbar bukan sekadar lembaga pencari laba, melainkan instrumen penting pembangunan daerah,”pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *