Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata Kecelakaan di Gerbang Tol Waru

SURABAYA – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah bus pariwisata terjadi di Gerbang Tol Waru Utama, ruas Tol Surabaya–Gempol, Jawa Timur, pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Insiden tersebut diduga dipicu oleh gangguan sistem pengereman sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan saat memasuki area gerbang tol.

Bus pariwisata dengan nomor polisi K-7622-OC itu diketahui membawa puluhan penumpang yang sedang melakukan perjalanan dari Purwodadi, Jawa Tengah, menuju Bali. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Satriya Wahyu Purnama (25), seorang warga Grobogan, Jawa Tengah.

Kanit PJR II Ditlantas Polda Jawa Timur, AKP Mulyani, membenarkan adanya kecelakaan tersebut dan menyatakan bahwa proses penanganan langsung dilakukan oleh jajaran kepolisian setempat. “Benar kejadian malam tadi dan penanganan dilakukan Polrestabes Surabaya,” ujar Mulyani, Kamis (12/02/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.10 WIB di area Gerbang Tol Waru Utama. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bus diduga mengalami rem blong saat hendak memasuki gerbang tol. Kondisi tersebut menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan hingga akhirnya menabrak pembatas berupa water barrier.

Benturan yang cukup keras menyebabkan kerusakan signifikan pada bagian depan bus. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 penumpang mengalami luka ringan. Petugas yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mereka dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Sebagian korban kemudian dirujuk ke RS Delta Surya untuk mendapatkan penanganan medis. Pejabat humas rumah sakit tersebut, Fariz, menyampaikan bahwa sejumlah korban masih menjalani perawatan hingga saat ini. “Kami masih melakukan perawatan 14 korban, beberapa sudah membaik,” kata Fariz.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah keterangan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, termasuk sistem pengereman, juga menjadi bagian penting dari proses penyelidikan.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan kendaraan secara berkala, terutama bagi angkutan umum yang membawa banyak penumpang. Kondisi kendaraan yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih saat melintas di area yang membutuhkan kontrol kecepatan seperti gerbang tol.

Selain itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi operator transportasi untuk memastikan kelayakan armada sebelum digunakan dalam perjalanan jarak jauh. Pemeriksaan teknis yang rutin dan menyeluruh diharapkan dapat mencegah kejadian serupa dan menjamin keselamatan penumpang serta pengguna jalan lainnya.

Pihak kepolisian memastikan akan terus mendalami kasus ini guna memastikan seluruh aspek keselamatan telah dipenuhi dan untuk mencegah potensi kecelakaan serupa di masa mendatang. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *