Pesepeda Lansia Ditemukan Meninggal, Ada Luka di Pelipis

JAKARTA — Aktivitas bersepeda pagi yang biasa menjadi rutinitas sehat berubah menjadi peristiwa duka setelah seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di jalur Kanal Banjir Timur (KBT), kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis pagi (12/02/2026). Korban diketahui tengah mengikuti kegiatan gowes bersama sejumlah rekannya sebelum akhirnya ditemukan tidak bernyawa di lokasi.

Korban berinisial T (60), warga Panca Warga, Jatinegara, dilaporkan sempat berhenti di tengah kegiatan bersepeda tersebut. Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan oleh Komandan Regu Satuan Polisi Pamong Praja Duren Sawit, Bahrul, yang saat itu berada di lokasi karena sedang menjalankan patroli rutin di sepanjang jalur KBT.

“Korban diketahui berinisial T (60), warga Panca Warga, Jatinegara. Korban sedang bersepeda bersama rekan-rekannya dan mereka langsung meminta bantuan,” kata Bahrul di lokasi kejadian, Jakarta Timur, dilansir Antara, Kamis (12/02/2026).

Menurut Bahrul, petugas awalnya tidak mengetahui adanya insiden tersebut karena fokus menjalankan patroli dan penertiban di area jalur KBT. Namun, situasi berubah ketika sejumlah pesepeda menghampiri petugas untuk meminta pertolongan setelah mengetahui salah satu anggota rombongan mereka tidak sadarkan diri.

“Jadi pada saat kita patroli, kami ingin menertibkan ada pelanggaran di jalur KBT, ternyata ada warga yang meninggal dan diketahui yang meninggal ini tim gowes, jadi rekan-rekannya manggil kita minta pertolongan,” jelas Bahrul.

Berdasarkan keterangan sementara dari saksi di lokasi, korban diduga sempat berhenti dari aktivitas bersepeda dan duduk sebelum akhirnya terjatuh. Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba dan membuat rekan-rekannya panik. Mereka segera meminta bantuan kepada petugas yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Petugas yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban. Dari hasil pengamatan kasatmata, ditemukan adanya luka di bagian pelipis. Luka tersebut diduga akibat benturan saat korban terjatuh.

“Penyebab kita belum tahu karena itu nanti pihak kepolisian. Kalau dilihat dari jenazah ada luka di pelipis kemungkinan kata rekan-rekannya lagi duduk terus jatuh,” ucap Bahrul.

Setelah memastikan kondisi korban, petugas segera mengamankan area sekitar untuk mencegah kerumunan warga dan menjaga situasi tetap kondusif. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian guna penanganan lebih lanjut dan memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur.

Tak lama berselang, ambulans milik keluarga korban tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Proses evakuasi berlangsung dengan pengawalan petugas dan disaksikan oleh sejumlah rekan korban yang masih berada di tempat kejadian.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan guna mengetahui apakah peristiwa tersebut murni akibat kecelakaan atau dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu.

Peristiwa ini menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya para pesepeda dan warga lanjut usia yang rutin melakukan aktivitas fisik. Selain menjaga kebugaran, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berolahraga, terutama dalam aktivitas yang membutuhkan stamina dan keseimbangan. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *