Karyawan Kafe di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur

Suicide rope loop. Suicide noose concept

BOGOR – Seorang pria berinisial MY (33), yang diketahui bekerja di sebuah kafe di wilayah Bogor Utara, Kota Bogor, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area dapur tempatnya bekerja. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan kerjanya saat hendak memulai aktivitas operasional kafe pada siang hari.

Pihak kepolisian memastikan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung di kusen pintu dapur kafe. Kapolsek Bogor Utara, Enjo Sutarjo, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan di lokasi kerja yang juga menjadi tempat tinggalnya sehari-hari.

“Ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki tergantung di kusen pintu dapur yang diduga gantung diri di kafe,” kata Enjo Sutarjo kepada wartawan, Kamis (12/02/2026).

Penemuan tersebut bermula ketika rekan korban berinisial DY datang untuk membuka kafe sekitar pukul 11.31 WIB. Saat itu, DY tengah menjalankan tugas rutinnya, termasuk membersihkan dan merapikan area dapur sebelum operasional dimulai. Namun, situasi berubah ketika ia membuka tirai yang menutup dapur dan melihat korban dalam kondisi tergantung.

“Namun ketika DY akan menyimpan gelas kotor di dapur dan membuka tirai penutup dapur, tiba-tiba melihat korban sudah tergantung di kusen pintu dapur,” kata Enjo.

Temuan tersebut langsung menimbulkan kepanikan dan dilaporkan kepada pihak berwenang. Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal, mengamankan area, serta mengumpulkan informasi dari para saksi yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga korban mengakhiri hidupnya sendiri. Dugaan awal ini diperkuat oleh kondisi korban saat ditemukan dan tidak adanya tanda-tanda kekerasan lain di lokasi kejadian. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh aspek peristiwa tersebut.

Enjo menyebutkan bahwa faktor pribadi diduga menjadi latar belakang peristiwa tragis ini.

“Dugaannya masalah asmara,” katanya.

Informasi tambahan juga disampaikan oleh Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, yang membenarkan bahwa korban merupakan salah satu karyawan kafe tersebut. Selain bekerja, korban juga diketahui menetap di lokasi yang sama.

“Almarhum salah satu karyawan yang kerja di kafe ini, yang memang dia tinggal di kafe ini sekaligus menjaga. Tadi ditemukan oleh rekan karyawannya yang satu lagi pada saat dia mau membuka kafe,” kata Riki.

Keberadaan korban di lokasi tersebut menunjukkan bahwa tempat kerja juga berfungsi sebagai tempat tinggalnya, sehingga akses terhadap area dapur bukan hal yang tidak biasa bagi korban.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat sekitar dan menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama bagi rekan kerja dan pihak pengelola kafe. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang mungkin menghadapi tekanan emosional atau persoalan pribadi.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya dukungan sosial dan akses terhadap layanan kesehatan mental bagi individu yang menghadapi tekanan psikologis. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui komunikasi terbuka, perhatian dari lingkungan sekitar, serta akses terhadap bantuan profesional.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *