Pakistan Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Indonesia

JAKARTA – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan kembali diperkuat melalui pertemuan tingkat tinggi antara pimpinan Angkatan Udara Pakistan dan Presiden Republik Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas kerja sama strategis kedua negara, khususnya di bidang pertahanan dan sektor lainnya yang selama ini telah terjalin erat.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, mengungkapkan bahwa Chief of the Air Staff Pakistan Air Force (CAS PAF) atau Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Zaheer Ahmed Babar Sidhu, telah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek hubungan bilateral, termasuk penguatan kerja sama pertahanan yang selama ini menjadi salah satu pilar utama kemitraan kedua negara.

“Secara historis, kita telah menikmati hubungan bilateral yang sangat baik. Dan saya sangat senang mengatakan bahwa hubungan antara kedua bangsa kita ini telah ada bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara kita,” kata Chaudhri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/02/2026).

Menurut Chaudhri, hubungan Indonesia dan Pakistan memiliki akar sejarah yang panjang dan dilandasi oleh solidaritas sejak masa perjuangan kemerdekaan. Ia mengenang peristiwa pada 1942, ketika sejumlah tentara muslim meninggalkan harta dan keluarga mereka untuk mendukung perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan kolonial. Hal tersebut, menurutnya, menjadi simbol kuat hubungan emosional dan historis antara kedua bangsa.

Hubungan bilateral ini tidak hanya terbatas pada aspek historis, tetapi juga terus berkembang dalam berbagai bidang strategis. Kedua negara diketahui telah bekerja sama di sektor pertahanan, keamanan, kesehatan, pendidikan, perdagangan, investasi, hingga kebudayaan.

“Kedua negara kita selalu bekerja sama di berbagai bidang, termasuk kerja sama sektor pertahanan, kerja sama keamanan, kerja sama sektor kesehatan, kerja sama pendidikan, kerja sama perdagangan dan investasi, kerja sama budaya. Dan kita menantikan era baru hubungan Pakistan-Indonesia,” ujarnya.

Chaudhri juga menyoroti peningkatan intensitas hubungan diplomatik kedua negara dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan pada bulan sebelumnya menjadi titik penting dalam mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin kuat. Selain itu, sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara juga saling melakukan kunjungan sebagai bagian dari penguatan kerja sama.

Pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperluas kerja sama pertahanan, termasuk dalam hal pelatihan militer. Pakistan selama ini diketahui telah memberikan pelatihan kepada sejumlah perwira Angkatan Bersenjata Indonesia sebagai bagian dari kerja sama bilateral yang telah berjalan.

“Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Pakistan dan Indonesia memiliki kerja sama yang sangat baik di semua bidang, termasuk kerja sama sektor pertahanan. Kami telah melatih perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan kami akan terus meningkatkan kerja sama sektor pertahanan bilateral kami,” sebutnya.

Terkait kemungkinan kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk jet tempur, Chaudhri menegaskan bahwa pembahasan yang dilakukan mencakup seluruh aspek kerja sama pertahanan secara komprehensif.

“Kita telah membahas seluruh cakupan kerja sama sektor pertahanan, kerja sama sektor pertahanan yang sangat komprehensif, harus saya katakan,” tegasnya.

Selain kerja sama bilateral, kedua negara juga memiliki kepentingan bersama dalam forum internasional dan organisasi multilateral. Indonesia dan Pakistan merupakan bagian dari kelompok negara berkembang D8, serta aktif dalam berbagai organisasi global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan platform internasional lainnya.

“Karena Indonesia dan Pakistan, bersama-sama, kita mencakup lebih dari seperempat dari seluruh populasi muslim di dunia,” ujar Chaudhri.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kedua negara kita untuk bekerja sama secara bilateral, serta melalui semua platform yang tersedia, termasuk platform PBB, OKI, D8, ASEAN. Jadi kami berharap dapat semakin memperkuat kerja sama kami dengan Indonesia,” sambungnya.

Pakistan juga menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Indonesia dalam organisasi D8, terutama menjelang pertemuan tingkat tinggi yang akan datang. Dengan posisi strategis kedua negara di kawasan masing-masing, kerja sama yang lebih erat dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan bagi stabilitas regional maupun global.

Pertemuan antara pimpinan Angkatan Udara Pakistan dan Presiden Indonesia tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat kemitraan strategis yang telah dibangun selama puluhan tahun, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di masa depan.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *