Intelijen Korsel Sebut Putri Kim Jong Un Dipersiapkan Jadi Penerus
JAKARTA – Spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan di Korea Utara kembali menguat setelah badan intelijen Korea Selatan menilai putri pemimpin negara tersebut, Kim Ju Ae, mulai dipersiapkan sebagai calon penerus. Penilaian ini muncul menjelang agenda politik penting berupa konferensi partai yang akan menentukan arah kebijakan negara dalam beberapa tahun mendatang.
Informasi tersebut disampaikan oleh anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, setelah menerima pengarahan dari Badan Intelijen Nasional (NIS). Berdasarkan analisis lembaga tersebut, indikasi bahwa Ju Ae sedang diproyeksikan sebagai penerus semakin terlihat melalui berbagai aktivitas publiknya yang kian intens dan strategis.
Menurut Lee, NIS menyimpulkan bahwa Ju Ae kini secara jelas “ditunjuk sebagai penerus”. Kesimpulan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk frekuensi kemunculannya yang meningkat dalam acara resmi negara serta keterlibatannya dalam agenda penting pemerintahan. Penilaian itu dibuat “dengan mempertimbangkan berbagai keadaan, termasuk kehadirannya yang semakin menonjol di acara-acara resmi”.
Kemunculan Ju Ae dalam berbagai kesempatan publik dinilai bukan sekadar simbolis. Dalam beberapa momen penting, ia terlihat mendampingi ayahnya dalam kegiatan militer maupun acara kenegaraan. Kehadirannya dalam acara yang berkaitan dengan kekuatan militer negara, yang merupakan pilar utama kekuasaan di Korea Utara, dinilai sebagai bagian dari proses legitimasi politik jangka panjang.
Selain itu, foto-foto resmi yang dirilis menjelang kongres partai juga memperlihatkan posisi Ju Ae yang semakin menonjol di lingkungan elit kekuasaan. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa proses suksesi kepemimpinan mulai dipersiapkan secara sistematis, meskipun belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Korea Utara.
Korea Utara dikenal sebagai negara dengan sistem kepemimpinan dinasti yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga Kim. Tradisi ini dikenal sebagai garis keturunan Paektu, yang telah menjadi fondasi legitimasi kekuasaan sejak masa pendiri negara, Kim Il Sung, dilanjutkan oleh Kim Jong Il, dan kini Kim Jong Un.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ju Ae juga tampil dalam acara simbolis penting, termasuk saat memberikan penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan. Lokasi tersebut merupakan tempat persemayaman para pemimpin terdahulu Korea Utara, sehingga kehadiran Ju Ae di sana dinilai memiliki makna politik yang kuat.
Kongres partai yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari diperkirakan menjadi forum penting yang akan menentukan arah kebijakan nasional, termasuk strategi pertahanan, hubungan luar negeri, serta pengembangan program nuklir lima tahun ke depan. Forum tersebut juga berpotensi menjadi momentum bagi penguatan posisi elit politik, termasuk kemungkinan peran Ju Ae dalam struktur kekuasaan di masa depan.
Meski demikian, para analis menilai proses suksesi di Korea Utara cenderung berlangsung secara tertutup dan bertahap. Penguatan citra publik dan legitimasi politik biasanya dilakukan jauh sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Jika benar Ju Ae diproyeksikan sebagai penerus, hal ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah Korea Utara, terutama karena untuk pertama kalinya seorang perempuan berpotensi memimpin negara tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara terkait status suksesi kepemimpinan tersebut. []
Siti Sholehah.
