Shopee Targetkan 500 Instruktur Lewat Akademi Pengajar UMKM

JAKARTA – Upaya mempercepat transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat melalui kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Salah satunya dilakukan oleh Shopee Indonesia yang resmi meluncurkan program “Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee” sebagai bagian dari komitmen memperluas literasi digital dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai daerah.

Program ini difokuskan pada pelatihan instruktur dari kementerian dan lembaga pemerintah agar mampu menjadi penggerak edukasi digital di tingkat masyarakat. Sepanjang tahun 2026, Shopee menargetkan sebanyak 500 instruktur akan mendapatkan pelatihan intensif untuk memperkuat kompetensi digital mereka.

Peluncuran inisiatif tersebut sejalan dengan meningkatnya tingkat literasi digital nasional. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, skor literasi digital nasional mencapai 44,53 atau meningkat 1,19 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya percepatan adopsi teknologi digital, sekaligus menjadi indikator penting bagi pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong produktivitas masyarakat di era ekonomi digital.

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menegaskan bahwa pihaknya telah lama berperan dalam menyediakan pelatihan digital bagi pelaku UMKM. Program terbaru ini merupakan pengembangan dari inisiatif sebelumnya yang telah menjangkau jutaan pelaku usaha di Indonesia.

“Sejak tahun 2021 kami telah memberikan berbagai materi pelatihan digital dengan hampir 400 modul pelatihan kepada jutaan pengusaha UMKM. Di awal tahun 2026, kami menghadirkan program Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee sebagai perpanjangan dari Kampus UMKM Shopee, yang dirancang khusus untuk memberikan penguatan wawasan dan pengetahuan digital bagi para instruktur Kementerian/Lembaga dari berbagai penjuru Indonesia,” jelas Radynal dalam keterangannya, Kamis (12/02/2026).

Para instruktur yang mengikuti program ini telah memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang menjadi jaminan kompetensi profesional mereka. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam dunia digital, mulai dari teknik berjualan secara daring, strategi pengembangan usaha berbasis digital, hingga pemanfaatan program afiliasi sebagai sumber pendapatan baru.

“Melalui Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee, kami memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada para instruktur kementerian atau lembaga tentang pemanfaatan teknologi digital untuk membantu membuka peluang ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia melalui ekosistem digital. Setelah mendapatkan pelatihan, para instruktur tersebut akan menjadi perpanjangan tangan dalam mengedukasi masyarakat di berbagai daerah untuk mendorong pemberdayaan digital di Indonesia,” sambungnya.

Sebagai tahap awal implementasi, Shopee bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Training of Trainers: Shopee Affiliate”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 11 hingga 13 Februari 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, dan diikuti oleh ratusan instruktur dari 21 Unit Pelaksana Teknis Pusat di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

Program pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan Shopee Affiliate Program, yang kini semakin diminati seiring pesatnya perkembangan media sosial dan perdagangan elektronik. Profesi sebagai affiliate marketer dinilai memiliki prospek cerah karena peran affiliator dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen digital semakin signifikan.

Affiliate marketers semakin populer seiring dengan perkembangan media sosial dan e-commerce, dimana konten dari para affiliator menjadi referensi bagi konsumen digital untuk berbelanja. Affiliator kini menjadi profesi yang prospektif. Oleh karena itu, Shopee bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan memberikan pelatihan terkait Shopee Affiliate agar para pengajar dapat mengedukasi masyarakat untuk bisa menangkap peluang ekonomi baru di era digital melalui Shopee Affiliate Program,” pungkas Radynal.

Melalui pelatihan ini, Shopee berharap para instruktur dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pengetahuan digital secara luas, khususnya kepada pelaku UMKM di daerah. Dengan meningkatnya jumlah tenaga pengajar yang kompeten, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi persaingan di era digital, sekaligus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, di mana pelaku usaha dari berbagai lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui platform digital.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *