Bocah 4 Tahun Hanyut di Kali Tanah Sareal Ditemukan Meninggal
A hand of a drowning person stretching out of the water in a swimming pool asking for help. Stress concept.
BOGOR – Seorang balita berusia empat tahun berinisial MSA meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus di aliran Kali Sumur Wangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah bermain di sekitar bantaran kali bersama anggota keluarganya. Dugaan sementara, korban terpeleset dan jatuh ke aliran air yang sedang deras, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, menjelaskan bahwa korban terbawa arus cukup jauh sebelum akhirnya ditemukan. “Kejadian anak hanyut terbawa arus kali kecil di Sumur Wangi, Kecamatan Tanah Sareal. Korban terbawa arus sejauh 500 meter dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi, Jumat (13/02/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, ketika korban berada di sekitar aliran kali bersama kakaknya. Saat itu, kondisi arus air dilaporkan cukup deras. Korban diduga kehilangan keseimbangan dan terpeleset hingga jatuh ke dalam aliran air yang mengalir deras.
“Seorang balita berumur 4 tahun bernama MSA sedang bermain di sungai kecil dengan kakak korban. Lalu korban terpeleset dan jatuh ke dalam aliran kali kecil, yang saat kejadian sangat deras,” kata Doddy dalam keterangan tertulis.
Kejadian tersebut sontak membuat keluarga korban panik dan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi. Warga setempat turut membantu menyusuri aliran kali dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, derasnya arus air menjadi kendala dalam proses pencarian awal.
Setelah upaya pencarian dilakukan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuh korban ditemukan tertahan di area bendungan yang berada sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Jarak tersebut menunjukkan kuatnya arus air yang menyeret korban hingga cukup jauh dari lokasi semula.
“Kejadian ini menyebabkan korban meninggal dunia, ditemukan di bendungan kali sejauh 500 meter dari lokasi kejadian. Kejadian dilaporkan melalui Bhabinkamtibmas dan melakukan pengecekan serta mengunjungi pihak keluarga korban,” sebut Doddy.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan serta memastikan kronologi peristiwa. Selain itu, petugas juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang tengah berduka atas peristiwa tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di dekat aliran air seperti sungai atau kali. Kondisi arus yang tidak stabil, terutama setelah hujan, dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama di kawasan yang memiliki aliran air terbuka. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan anak-anak di sekitar aliran sungai. Aparat setempat mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama bagi anak-anak yang bermain di area berisiko tinggi seperti bantaran kali atau sungai.[]
Siti Sholehah.
