Indonesia dan Albania Jajaki Kerja Sama Budaya dan Film
JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperluas kerja sama internasional di sektor kebudayaan sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas nasional di tingkat global. Upaya ini tercermin dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan Charge d’Affaires Kedutaan Besar Republik Albania untuk Indonesia, Nickson Ballço, yang berlangsung di Jakarta. Dialog tersebut difokuskan pada pembahasan pengembangan ekosistem budaya serta peluang kolaborasi antara kedua negara.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah diplomasi budaya yang diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Albania. Selain mempererat hubungan antarnegara, kerja sama budaya dinilai memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menekankan bahwa pembentukan Kementerian Kebudayaan merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan sektor budaya secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi landasan penting dalam pembangunan karakter bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks.
Ia juga menyoroti potensi kerja sama konkret yang dapat segera dikembangkan, khususnya di bidang perfilman. Industri film dinilai memiliki kekuatan besar sebagai media diplomasi yang efektif dalam memperkenalkan budaya dan nilai-nilai suatu negara kepada dunia internasional.
“Kita bisa mengeksplorasi diplomasi budaya kita dari sisi film. Film merupakan salah satu media yang menarik, karena film dapat menjadi cara yang paling mudah untuk memperkenalkan kultur dan negara masing-masing. Kemudian kita juga bisa berpartisipasi di Tirana International Film Festival yang diselenggarakan di Albania,” ungkap Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/02/2026).
Melalui kerja sama tersebut, kedua negara berpeluang untuk melakukan produksi film bersama atau koproduksi, yang tidak hanya berdampak pada penguatan hubungan budaya, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan industri kreatif masing-masing negara. Selain itu, partisipasi dalam festival film internasional diharapkan dapat meningkatkan eksposur budaya Indonesia dan Albania di kancah global.
Selain perfilman, Fadli juga mendorong kerja sama dalam upaya pelestarian warisan budaya melalui mekanisme nominasi bersama di tingkat internasional. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat perlindungan terhadap warisan budaya takbenda sekaligus meningkatkan pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya kedua negara.
“Untuk warisan budaya, Albania dan Indonesia bisa mengajukan joint nomination. Selain itu, kita juga bisa terus berpartisipasi aktif dalam Intergovernmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage-UNESCO untuk mempererat hubungan bilateral dan melindungi kekayaan budaya untuk generasi mendatang,” jelasnya.
Kerja sama dalam pelestarian budaya juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam forum budaya internasional. Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam pelestarian budaya maupun penguatan hubungan diplomatik.
Di sisi lain, perwakilan Albania, Nickson Ballço, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kerja sama yang ditawarkan Indonesia. Ia menilai hubungan budaya dapat menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua negara, sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor lainnya.
“Saya harap ke depannya, kedua negara dapat terus melakukan diplomasi untuk pengembangan budaya melalui film hingga festival budaya,” pungkasnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Albania, khususnya di sektor kebudayaan. Pemerintah Indonesia berharap diplomasi budaya dapat menjadi salah satu instrumen utama dalam memperluas pengaruh budaya nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beragam di tingkat internasional. []
Siti Sholehah.
