Serangan Teror Kembali Guncang Barat Laut Pakistan
ISLAMABAD – Rangkaian serangan bom dan baku tembak kembali mengguncang wilayah barat laut Pakistan. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dalam dua ledakan terpisah serta operasi keamanan yang berlangsung di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada Senin (16/02/2026).
Berdasarkan laporan AFP, korban meninggal terdiri atas 14 personel keamanan dan tiga warga sipil, termasuk seorang anak. Serangan terbaru ini menyasar fasilitas aparat keamanan, memperlihatkan masih tingginya eskalasi konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Serangan pertama terjadi di Distrik Bajaur. Kelompok militan menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke dinding dekat pos pemeriksaan. Ledakan dahsyat tersebut menewaskan 11 personel keamanan dan seorang gadis muda yang berada di sekitar lokasi.
Ledakan itu juga mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal di sekitarnya. Sedikitnya tujuh warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat dampak ledakan.
Pernyataan resmi militer Pakistan menyebut insiden tersebut sebagai “serangan teroris pengecut” dan menuduhkan keterlibatan kelompok yang disebut sebagai “proksi India”. Dalam pernyataan yang sama, militer mengklaim pasukan keamanan berhasil menewaskan selusin militan ketika mereka mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tak lama berselang, serangan kedua terjadi di Kota Bannu. Sebuah bom yang ditanam di dalam becak meledak di kompleks Kantor Polisi Miryan. Ledakan itu menewaskan dua warga sipil dan melukai sedikitnya 17 orang lainnya.
Selain dua insiden tersebut, aparat keamanan juga melancarkan operasi pencarian di Distrik Shangla, masih di provinsi yang sama. Dalam operasi itu, tiga personel polisi dan tiga militan dilaporkan tewas dalam baku tembak. Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa menyatakan bahwa militan yang tewas diduga terlibat dalam serangan yang menargetkan warga negara China.
Isu keamanan terhadap warga dan proyek China di Pakistan memang menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Beijing telah menggelontorkan miliaran dolar investasi ke Pakistan, terutama melalui proyek infrastruktur berskala besar. Namun, keberadaan proyek-proyek tersebut kerap memicu sentimen dan menjadikan warga China sasaran kelompok bersenjata.
Pada Maret tahun lalu, lima warga negara China yang bekerja di lokasi pembangunan bendungan besar tewas bersama sopir mereka dalam serangan bom bunuh diri di jalur pegunungan Karakoram. Serangan tersebut menambah daftar panjang aksi kekerasan terhadap proyek-proyek yang terhubung dengan investasi China.
Kerja sama ekonomi kedua negara terjalin erat melalui program Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), bagian dari inisiatif Belt and Road yang digagas Beijing. Program itu menyalurkan puluhan miliar dolar untuk pembangunan transportasi, energi, dan infrastruktur di Pakistan.
Sementara itu, situasi keamanan nasional juga dibayangi aksi kelompok ekstremis. Bulan ini, kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan 31 orang dan melukai 169 lainnya.
Rangkaian serangan terbaru ini mempertegas tantangan keamanan yang masih dihadapi Pakistan, khususnya di wilayah barat laut yang berbatasan dengan Afghanistan. Aparat keamanan kini meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik strategis guna mencegah serangan lanjutan.[]
Siti Sholehah.
