Tiga Tewas dalam Insiden Gedung Ambruk di Rusia
SAINT PETERSBURG – Sebuah gedung milik polisi militer Rusia dilaporkan runtuh di area pangkalan militer yang terletak di luar Saint Petersburg. Hingga kini, penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut belum diumumkan secara resmi, sementara otoritas setempat masih melakukan penyelidikan.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Sertolovo, sebuah desa kecil yang berada di sekitar kota terbesar kedua di Rusia tersebut. Gedung yang runtuh disebut berada di dalam kompleks unit militer setempat.
Komite Investigasi Rusia, lembaga yang menangani penyelidikan kejahatan besar, menyatakan telah membuka investigasi terkait kemungkinan pelanggaran aturan keselamatan kebakaran.
“Secara pendahuluan telah dipastikan bahwa ada korban jiwa akibat insiden tersebut,” katanya.
Meski belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban, laporan awal mengindikasikan adanya korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Media lokal 47news mengutip sumber layanan darurat yang menyebut tiga orang tewas akibat runtuhnya bangunan itu. Namun, angka tersebut belum dikonfirmasi oleh otoritas pusat.
Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, menyatakan telah mengerahkan pasukan keamanan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.
“Saya telah menginstruksikan pasukan keamanan untuk membantu militer membersihkan puing-puing dan menyelamatkan korban setelah runtuhnya gedung polisi militer di wilayah unit militer di Sertolovo,” kata Gubernur Alexander Drozdenko.
Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa sebelum bangunan ambruk, terdengar ledakan di lokasi kejadian. 47news bahkan menerbitkan foto yang belum diverifikasi, memperlihatkan bangunan tiga lantai berwarna abu-abu dengan kerusakan signifikan pada setidaknya dua lantai.
Meski demikian, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh kebocoran gas. Di Rusia, kebocoran gas memang kerap menjadi pemicu ledakan di bangunan-bangunan era Soviet, mengingat penggunaan gas untuk pemanas dan memasak masih umum di berbagai wilayah.
Otoritas belum mengaitkan insiden ini dengan kemungkinan sabotase. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dilaporkan mengalami sejumlah serangan terhadap fasilitas militer dan infrastruktur sipil sejak dimulainya konflik dengan Ukraina hampir empat tahun lalu. Meski demikian, tidak ada pernyataan resmi yang menghubungkan runtuhnya gedung di Sertolovo dengan aksi tersebut.
Proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, sementara penyelidik berupaya mengumpulkan bukti di lokasi kejadian. Aparat juga menutup area sekitar untuk memastikan keamanan dan kelancaran investigasi.
Hingga kini, penyebab runtuhnya gedung polisi militer tersebut masih menjadi tanda tanya. Pemerintah daerah dan otoritas militer diharapkan segera menyampaikan hasil penyelidikan guna memberikan kejelasan atas insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut. []
Siti Sholehah.
