Pemerintah Fokus Tuntaskan Rehabilitasi Fasilitas Kesehatan
JAKARTA – Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan sektor kesehatan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas layanan kesehatan di daerah terdampak pada prinsipnya telah kembali beroperasi. Fokus pemerintah saat ini adalah menuntaskan perbaikan fisik serta mempercepat pencairan bantuan bagi tenaga kesehatan yang turut terdampak.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/02/2026). Ia memastikan bahwa rumah sakit maupun puskesmas sudah melayani masyarakat kembali meski masih ada sejumlah fasilitas pendukung yang perlu disempurnakan.
“Alhamdulillah seluruh rumah sakit, seluruh puskesmas, sudah beroperasi sekarang, ya. Kita tinggal 21 pustu (puskesmas bantuan) dari ribuan fasilitas kesehatan,” kata Budi dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Menurut Budi, terdapat dua kebutuhan mendesak yang memerlukan perhatian dan percepatan realisasi. Pertama adalah pencairan dana renovasi untuk ribuan tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana. Ia menjelaskan bahwa proses verifikasi administrasi telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri, sehingga saat ini tinggal menunggu pencairan anggaran.
“Itu sudah diverifikasi oleh saya dan Kemenkes dan Kemendagri, tinggal dicairkan dana renovasinya. Nah itu butuh percepatan dari 8.875 rumah nakes yang rusak itu agar bisa dibayar sebelum Lebaran kalau bisa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa progres pencairan memang sudah berjalan, namun masih diperlukan langkah percepatan agar bantuan dapat diterima sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Ini sekarang sudah berjalan memang progresnya, tapi butuh percepatan,” sambungnya.
Selain bantuan untuk hunian tenaga kesehatan, pemerintah juga menargetkan pemulihan total terhadap lebih dari 3.000 fasilitas kesehatan yang terdampak. Target tersebut diharapkan dapat tercapai paling lambat akhir Maret 2026. Upaya ini dinilai penting guna memastikan layanan kesehatan masyarakat kembali berjalan optimal tanpa hambatan infrastruktur.
“Kita berencana akhir Maret kita memperbaiki 100 persen seluruh fasilitas kesehatan yang sekitar 3.000-an lebih itu. Itu butuh dana Rp 529,3 miliar, surat permohonannya sudah kita sampaikan tanggal 20 Januari dan kita mohon percepatan saja persetujuannya,” tuturnya.
Anggaran sebesar Rp 529,3 miliar disebut telah diajukan secara resmi kepada pihak terkait sejak 20 Januari lalu. Pemerintah berharap proses persetujuan dapat dipercepat agar pekerjaan rehabilitasi tidak tertunda.
Pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pascabencana mengingat perannya yang vital dalam menjamin akses layanan medis bagi masyarakat. Dengan beroperasinya kembali rumah sakit dan puskesmas, serta dukungan percepatan renovasi bagi tenaga kesehatan, pemerintah optimistis sistem layanan kesehatan di Sumatera dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.[]
Siti Sholehah.
