Sheinbaum Tegaskan Sikap Meksiko Jelang KTT Dewan Perdamaian

MEXICO CITY – Sikap politik luar negeri Meksiko kembali menjadi sorotan setelah Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya tidak akan bergabung sebagai anggota penuh Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan tersebut diambil menjelang pertemuan puncak perdana Dewan Perdamaian yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC pada Kamis (19/02/2026) waktu setempat.

Dalam konferensi pers, Sheinbaum menyampaikan alasan utama penolakan itu berkaitan dengan tidak adanya keterlibatan Palestina dalam struktur dewan tersebut. Pemerintah Meksiko, yang secara resmi mengakui Palestina sebagai negara, menilai partisipasi kedua pihak yang berkonflik menjadi prinsip penting dalam setiap inisiatif perdamaian.

“Mengingat bahwa kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara, penting bagi kedua negara, Israel dan Palestina, untuk berpartisipasi. Namun, sistemnya tidak dirancang seperti itu,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers.

Meski tidak bergabung sebagai anggota penuh, Meksiko tetap akan hadir dalam forum tersebut dengan status pengamat. Pemerintah memutuskan untuk mengirim Duta Besar Meksiko untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna menghadiri pertemuan tersebut.

“Mereka mengundang kita untuk hadir sebagai pengamat; jika kita tidak akan berpartisipasi, maka hadirlah sebagai pengamat. Dan bersama dengan Menteri Luar Negeri, kita memutuskan bahwa Duta Besar kita untuk PBB akan hadir sebagai pengamat,” ujarnya.

Sikap Meksiko tersebut sejalan dengan pernyataan Sheinbaum sebelumnya yang mendukung Palestina serta menyerukan solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina. Ia bahkan menggambarkan serangan Israel yang berlanjut di Jalur Gaza sebagai genosida.

Di sisi lain, Presiden Trump sebelumnya mengumumkan bahwa pertemuan Dewan Perdamaian akan digelar di Institut Perdamaian Donald J Trump di Washington DC. Melalui pernyataan di media sosial Truth Social, Trump menyebut negara-negara anggota dewan akan menyampaikan komitmen pendanaan besar untuk Gaza.

“Kami akan mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari US$ 5 miliar untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Selain komitmen pendanaan, Trump juga menyatakan bahwa negara-negara anggota telah “berkomitmen ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional dan kepolisian setempat untuk menjaga keamanan dan perdamaian bagi warga Gaza”.

Dalam pernyataan lainnya, Trump menyebut Dewan Perdamaian memiliki “potensi tak terbatas” dan mengklaim lembaga tersebut akan menjadi badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah.

“Menawarkan visi yang berani untuk warga sipil di Gaza, dan kemudian, pada akhirnya, jauh melampaui Gaza — PERDAMAIAN DUNIA,” sebutnya.

“Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai ketuanya,” ujar Trump.

Keputusan Meksiko untuk tidak bergabung sebagai anggota penuh menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam memandang mekanisme perdamaian internasional. Bagi Meksiko, prinsip inklusivitas dan pengakuan terhadap kedua pihak yang berkonflik menjadi landasan penting sebelum terlibat lebih jauh dalam forum multilateral semacam itu.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi diplomatik Meksiko yang berupaya menjaga konsistensi terhadap pengakuan negara Palestina serta dukungannya terhadap penyelesaian konflik melalui solusi dua negara. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *