Pelataran Masjid Nurul Falah Jadi Sentra UMKM Ramadan
PASER – Sedikitnya 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meramaikan aktivitas kuliner Ramadan di pelataran Masjid Agung Nurul Falah, Tana Paser, Kabupaten Paser. Kegiatan yang berlangsung sejak sebelum Ramadan 1447 Hijriah ini terus bergulir dan semakin semarak memasuki bulan puasa.
Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya sekaligus mendorong perputaran ekonomi kerakyatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi kuliner khas daerah kepada masyarakat luas.
Berdasarkan pantauan dokumentasi udara, deretan tenda putih tampak mengelilingi area kolam utama masjid. Jumlah lapak tercatat melebihi 40 unit dengan penataan membentuk setengah lingkaran. Akses keluar-masuk pengunjung tertata rapi, meskipun arus kendaraan di sekitar kawasan masjid meningkat signifikan menjelang waktu berbuka puasa.
Beragam pilihan menu ditawarkan kepada pengunjung. Tidak kurang dari 30 varian kuliner tersedia, mulai dari takjil tradisional hingga lauk siap saji. Aneka gorengan seperti risoles dan martabak mini, jajanan pasar seperti batagor dan pentol, hingga menu berat seperti rendang sapi, cakalang suir, serta mandai khas Kalimantan menjadi daya tarik tersendiri.
Ria, salah satu pelaku UMKM yang menjual risoles dan martabak mini, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap produk yang dijualnya.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat positif. Untuk risoles dan martabak mini saja, kami bisa menjual ratusan porsi dalam waktu kurang dari tiga jam. Harga kami mulai Rp2.000 per biji supaya tetap terjangkau,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (22/02/2026).
Harga yang ramah di kantong menjadi salah satu faktor pendorong tingginya minat beli masyarakat. Dalam waktu relatif singkat, produk yang dijajakan para pedagang ludes terjual.
Selain makanan, stan minuman juga tidak kalah ramai. Es buah jadul, es rumput laut, serta aneka minuman kekinian ditawarkan dengan kisaran harga Rp5.000 hingga Rp15.000 per porsi. Rentang harga tersebut dinilai sesuai dengan daya beli masyarakat dan mempercepat perputaran transaksi.
Sejumlah pedagang juga telah menyediakan metode pembayaran digital melalui QRIS. Fasilitas ini mempermudah transaksi sekaligus mendorong literasi keuangan non-tunai di kalangan pelaku UMKM maupun konsumen.
Keberadaan sentra kuliner Ramadan ini bukan sekadar menjadi pusat jajanan berbuka puasa, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Penataan lapak yang terpusat serta dukungan digitalisasi pembayaran diharapkan dapat menjadi model pembinaan UMKM berbasis komunitas secara berkelanjutan di Kabupaten Paser. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
