Tolak Isi Pertalite, Petugas SPBU Jadi Korban Kekerasan
JAKARTA – Insiden kekerasan terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, setelah seorang pegawai diduga menjadi korban pemukulan oleh pelanggan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM). Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan rekamannya beredar luas di media sosial.
Kejadian itu disebut berlangsung pada Minggu (22/02/2026) malam. Berdasarkan rekaman video yang beredar, seorang pria yang diduga sebagai pemilik mobil awalnya datang untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Pria tersebut kemudian turun dari kendaraannya dan menghampiri salah satu petugas SPBU. Keduanya terlihat berbincang di area pengisian.
Dalam tayangan tersebut, situasi yang awalnya tampak seperti percakapan biasa berubah menjadi tegang. Tangan pria itu terlihat menunjuk ke arah wajah petugas. Tak lama berselang, pria tersebut melayangkan pukulan ke wajah pegawai SPBU.
Setelah melakukan pemukulan, pria itu sempat kembali ke dalam mobilnya. Namun, ia kemudian keluar lagi sambil membawa sebuah tas dan kembali mendekati petugas. Dalam rekaman, pria tersebut tampak terus menunjuk dan mengejar korban di area SPBU. Beberapa saat kemudian, pria itu meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki, sementara mobilnya masih berada di tempat kejadian. Saat kembali, ia terlihat menunjuk-nunjuk seorang pria lain sebelum akhirnya situasi mereda.
Aparat kepolisian membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengatakan pihaknya tengah mendalami kasus itu. “Iya ini lagi penyelidikan. Yang bersangkutan mau isi Pertalite, tidak dilayani oleh SPBU. Pelatnya tidak sesuai, tidak untuk peruntukannya,” kata Dicky.
Ia menjelaskan, dugaan sementara insiden dipicu oleh penolakan petugas SPBU untuk melayani pengisian BBM subsidi karena pelat nomor kendaraan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan peruntukan. Penolakan tersebut diduga memicu emosi pelanggan hingga berujung pada tindakan kekerasan.
“Lagi penyelidikan,” kata dia.
Hingga kini, kepolisian masih berupaya mengidentifikasi dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat, termasuk pria yang diduga sebagai pelaku pemukulan. Polisi juga akan menelusuri rekaman CCTV serta keterangan saksi di lokasi untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan distribusi BBM subsidi serta perlunya penyelesaian sengketa secara bijak tanpa kekerasan. Petugas SPBU sebagai pelaksana kebijakan di lapangan diharapkan mendapat perlindungan saat menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus tersebut kini dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur guna memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. []
Siti Sholehah.
