Legislator Dorong Distribusi Cepat Pangan Saat Bencana

JAKARTA – Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Bambang Soesatyo, menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan pangan dalam penanganan bencana alam. Melalui perusahaan yang didirikan di daerah pemilihannya, PT Banjarnegara Agro Mandiri Sejahtera (PT BAMS), sebanyak 1.000 paket makanan siap saji telah disalurkan kepada penyintas bencana di Aceh Tamiang, Aceh.

Perusahaan tersebut berdiri sejak 2013 di Banjarnegara, Jawa Tengah, dan bergerak di bidang produksi pangan olahan. Bantuan dikirim pada masa tanggap darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, ketika akses logistik menjadi tantangan utama di lapangan.

Dalam keterangannya, Bamsoet menyoroti bahwa fase awal bencana merupakan periode paling krusial bagi keselamatan penyintas. Keterlambatan distribusi bantuan, khususnya pangan, dapat berdampak langsung pada kondisi fisik maupun psikologis korban yang berada di pengungsian.

“Dalam situasi bencana, distribusi pangan harus bergerak cepat karena itu menyangkut daya tahan fisik dan psikologis para penyintas. Kita tidak bisa menunggu sistem dapur umum berdiri sempurna sementara warga sudah berhari-hari berada di pengungsian,” kata Bamsoet.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima jajaran direksi PT BAMS di Jakarta. Perwakilan perusahaan, Andri Noviar, turut memastikan bahwa ribuan paket makanan siap saji berteknologi telah dikirim langsung ke lokasi terdampak pada pertengahan Januari lalu.

Bamsoet juga merujuk data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, ribuan peristiwa banjir, tanah longsor, dan angin kencang terjadi di berbagai daerah dan berdampak pada jutaan warga. Sejumlah wilayah di Aceh serta Sumatera Utara termasuk kawasan rawan banjir akibat curah hujan ekstrem dan meluapnya sungai.

Kondisi tersebut kerap menyebabkan jalur distribusi terputus dan menghambat operasional dapur umum. Ia menilai kehadiran makanan siap saji berbasis teknologi menjadi alternatif yang relevan dalam menjawab hambatan tersebut.

“Kita harus realistis melihat kondisi di lapangan. Membangun dapur umum memerlukan peralatan, gas, air bersih, tenaga relawan, dan waktu. Sementara korban membutuhkan asupan gizi saat itu juga. Karena itu, makanan siap saji berteknologi menjadi solusi strategis yang efektif dalam menjawab tantangan logistik darurat,” tutur Bamsoet.

Produk yang diproduksi PT BAMS dirancang khusus untuk kebutuhan situasi krisis. Makanan dapat langsung dikonsumsi dengan tambahan air panas sesuai takaran tanpa proses memasak yang rumit. Sistem pengolahan dan pengemasan memungkinkan daya tahan produk lebih lama, tetap higienis, serta mudah didistribusikan dalam jumlah besar.

“Kami ingin menghadirkan solusi konkret. Ketika akses jalan terputus dan sumber daya terbatas, bantuan pangan harus tetap bisa menjangkau korban. Produk ini dirancang agar praktis, aman, dan mampu menjaga kebutuhan kalori harian penyintas, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Bamsoet.

Ia menambahkan bahwa inovasi sektor industri pangan dapat menjadi bagian integral dalam sistem manajemen kebencanaan nasional. Kolaborasi antara industri, relawan, dan pemerintah dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan darurat, terutama di tengah tren peningkatan bencana hidrometeorologi.

“Industri pangan harus hadir memberi solusi konkret saat negara menghadapi situasi darurat. Ke depan, kami akan memperkuat kapasitas produksi agar respons bantuan bisa menjangkau lebih banyak wilayah rawan bencana di Indonesia,” tutup Bamsoet. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *