Baru Sebulan Launching, Macha Boy Ramaikan Kampung Ramadan Samarinda

SAMARINDA – Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus memperkuat geliat ekonomi masyarakat Kota Samarinda, khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu UMKM yang turut meramaikan Kampung Ramadan di Eks Lapangan Pesawat Temindung adalah Macha Boy, usaha minuman berbasis matcha yang baru diluncurkan sekitar satu bulan lalu.

Pemilik Macha Boy, Anis Niahla, mengatakan partisipasinya dalam Kampung Ramadan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas. Kegiatan yang berlangsung setiap sore hingga malam itu dinilai strategis untuk membangun pasar dan memperluas jaringan pelanggan.

“Usaha Macha Boy ini baru kami launching sekitar satu bulan. Harapannya ke depan bisa terus berlanjut dan memiliki tempat tetap, bukan hanya hadir di event-event saja,” ujar Anis saat diwawancarai di booth stand Kampung Ramadan, Eks Lapangan Pesawat Temindung, Samarinda, Sabtu (28/02/2026).

Anis menjelaskan, produk utama yang ditawarkan adalah minuman matcha dengan berbagai varian rasa. Menurutnya, minuman berbasis matcha memiliki segmentasi pasar tersendiri, terutama bagi konsumen yang mengutamakan gaya hidup sehat.

“Varian matcha yang paling disukai adalah matcha original rendah gula karena dianggap lebih sehat. Untuk non-matcha, kopi susu dan latte menjadi favorit pengunjung. Kami juga menyediakan susu taro yang cukup diminati,” katanya.

Selain menu berbahan dasar matcha, Macha Boy juga menyediakan pilihan kopi seperti americano, latte, dan kopi aren dengan takaran normal. Variasi menu tersebut dihadirkan untuk menjangkau lebih banyak kalangan konsumen, mulai dari remaja hingga orang dewasa.

“Kami ingin memberikan variasi agar pengunjung punya banyak pilihan. Harga produk rata-rata Rp15.000, dengan varian susu mulai Rp10.000,” jelasnya.

Terkait omzet, Anis mengakui penjualan masih fluktuatif karena usaha yang dijalankan masih tergolong baru.

“Paling tinggi pernah mencapai 70 cup sehari, sementara rata-rata sekitar 10–14 cup. Fokus kami saat ini bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga membangun branding produk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam merintis usaha adalah menjaga konsistensi pelayanan dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi pasar.

“Hambatan terbesar adalah bagaimana kami bertahan menghadapi situasi. Kadang pengunjung ramai sekali, sehingga kami harus cepat beradaptasi. Konsistensi pelayanan menjadi kunci,” ujarnya.

Macha Boy membuka layanan setiap hari mulai setelah salat Asar hingga pukul 24.00 Wita.

“Kami buka setelah salat Asar sampai pukul 12 malam. Jadi masyarakat bisa datang untuk menikmati kopi atau matcha sambil bersantai,” kata Anis.

Ke depan, Anis berharap Macha Boy dapat berkembang dan memiliki gerai permanen di Kota Samarinda.

“Harapan kami ke depan adalah memiliki kafe offline, bukan sekadar ikut event besar. Kami ingin membangun bisnis yang berkelanjutan dan memiliki gerai sendiri,” pungkasnya.

Partisipasi UMKM seperti Macha Boy di Kampung Ramadan menunjukkan semangat kewirausahaan masyarakat Samarinda dalam memanfaatkan momentum Ramadan sebagai ajang promosi dan penguatan ekonomi lokal. []

Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *