Putin Kecam Tewasnya Khamenei sebagai “Kejahatan Sinisme Tinggi”

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya angkat bicara terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dalam serangan udara yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan resmi tersebut disampaikan Putin kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (01/03/2026), sebagai respons atas insiden yang memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan dunia internasional.

Dalam pesannya, Putin mengecam keras serangan yang menewaskan Khamenei beserta keluarganya. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan. Presiden Rusia itu juga menyoroti cara dan kondisi serangan yang dinilainya mencerminkan pengabaian terhadap aturan global yang selama ini menjadi pijakan hubungan antarnegara.

“Tindakan ini merupakan tantangan terbuka terhadap tatanan hukum dunia,” tegas Putin dalam pesannya yang dikutip dari life.ru. (01/03/2026)

Menurut Putin, serangan tersebut menunjukkan “tingkat sinisme yang tinggi” dan menjadi preseden berbahaya dalam dinamika politik global. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu berpotensi memperburuk stabilitas kawasan serta meningkatkan eskalasi konflik yang lebih luas.

Selain menyampaikan kecaman, Putin juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran. Ia mengenang Ayatollah Khamenei sebagai tokoh berpengaruh yang memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan bilateral Rusia dan Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara memang mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, energi, dan ekonomi.

“Di Rusia, Ayatollah Khamenei akan selalu dikenang atas kontribusi pribadinya yang sangat besar dalam pengembangan hubungan persahabatan kedua negara,” tambahnya.

Kedekatan Moskow dan Teheran semakin terlihat setelah pada April 2025 kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis menyeluruh. Perjanjian tersebut memperkuat kolaborasi jangka panjang di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Iran.

Kematian Khamenei dinilai sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi konstelasi politik regional yang selama ini didukung oleh Rusia dan sekutunya. Hingga kini, situasi keamanan dan respons internasional terhadap insiden tersebut masih terus berkembang. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *