Walikota Probolinggo Fokus Pembangunan Berbasis Data

Walikota Probolinggo dr. H. Aminuddin melepas Kepala Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo Mouna Sri Wahyuni

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut Kepala BPS Kota Probolinggo yang digelar di Hotel Bromo View, Selasa (3/3) sore.

Tongkat estafet kepemimpinan resmi diserahterimakan dari Mouna Sri Wahyuni kepada Joko Santoso, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPS Kabupaten Sumenep. Sementara itu, Mouna mendapat amanah baru sebagai Kepala BPS Kabupaten Jombang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, Kapolresta AKBP Rico Yumasri, Dandim 0820 Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, Ketua PN Meilina Nawang Wulan, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, para camat se-Kota Probolinggo, serta perwakilan perbankan.

Dalam sambutannya, wali kota menegaskan bahwa peran data kini semakin strategis, terlebih setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, dimana penguatan kelembagaan setingkat kementerian menegaskan pentingnya data sebagai fondasi pembangunan.

“Program-program di Kota Probolinggo kami susun dengan standar dan acuan yang jelas berdasarkan hasil pemetaan data. Tanpa data yang kuat, arah pembangunan akan sulit terukur,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penguatan data telah dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di tingkat perangkat, tetapi hingga kelurahan dan kader posyandu. Wali kota pun berharap kolaborasi bersama BPS terus ditingkatkan di bawah kepemimpinan yang baru. “Mari kita manfaatkan data sebagai fondasi dalam mencapai milestone pembangunan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Mouna Sri Wahyuni menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Kota Probolinggo selama lebih dari dua tahun masa tugasnya.

Ia menilai sinergi yang terbangun menjadikan BPS bukan sekadar kantor statistik, tetapi ruang diskusi strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis angka. “Setiap keputusan dan standar kerja yang kami terapkan semata-mata untuk menjaga marwah BPS agar tetap profesional dan dipercaya publik,” ujarnya haru.

Di sisi lain, Joko Santoso dalam sambutan perdananya menyampaikan komitmen untuk melanjutkan fondasi kolaborasi yang telah terbangun. Ia mengapresiasi capaian BPS Kota Probolinggo dan menegaskan kesiapan memperkuat sinergi dengan seluruh perangkat daerah. “Kami ingin memastikan setiap angka yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat nyata dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran BPS untuk menjaga soliditas tim, ritme kinerja, serta terus berinovasi agar BPS Kota Probolinggo semakin profesional dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan.

Acara ditutup dengan tausiyah oleh Ustaz Imam Mudzakir dari Baznas Kota Probolinggo yang menambah kekhidmatan suasana, dilanjutkan buka puasa bersama hari ke-13 Ramadan 1447H/2026M.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *