Pemerintah Perbaiki Sistem Distribusi Air SPAM Lampahan
JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan terhadap fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Kabupaten Bener Meriah bersama Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan proses pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat dapat berjalan dengan cepat setelah sebelumnya infrastruktur tersebut mengalami kerusakan akibat bencana.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (09/03/2026) itu, Menteri Dody meninjau langsung kondisi intake Batu Lepek yang merupakan salah satu komponen utama dalam sistem SPAM Lampahan. Intake tersebut berfungsi sebagai titik pengambilan air baku sebelum dialirkan menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lampahan untuk diproses lebih lanjut hingga layak didistribusikan kepada masyarakat.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan infrastruktur air minum yang sempat terdampak bencana dapat kembali berfungsi secara optimal. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan air bersih.
Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang sempat mengalami kerusakan. Saat ini, sistem tersebut telah kembali beroperasi dan mulai memberikan pelayanan bagi warga setempat.
“Kemarin kan sempat rusak, sudah kita perbaiki dan sudah fungsional. SPAM Lampahan ini mampu memberikan layanan air bersih bagi hampir 3.000 KK,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (11/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara bertahap untuk memastikan sistem air minum tersebut dapat kembali beroperasi secara berkelanjutan. Tahapan penanganan dimulai dari pemulihan sumber air baku, perbaikan fasilitas pengolahan, hingga penguatan jaringan distribusi air kepada masyarakat.
Selain melakukan pemulihan terhadap fasilitas yang ada, Kementerian PU juga berencana menambah kapasitas pengolahan air di wilayah tersebut. Penambahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan air bersih sekaligus memastikan air yang disalurkan kepada masyarakat telah melalui proses pengolahan yang memadai.
“Setelah ini kami akan menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter per detik. Jadi, harapan kami, semua air yang disalurkan ke rumah tangga itu sudah melalui proses pengolahan. Sehingga dapat meminimalisir pencemaran atau bakteri,” jelas Dody.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Tommy Permadhi, menyampaikan bahwa IPA Lampahan memiliki peran yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut Tommy, instalasi pengolahan air tersebut memiliki kapasitas sekitar 20 hingga 30 liter per detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di beberapa desa di sekitar kawasan Lampahan.
“IPA Lampahan memiliki kapasitas sekitar 20-30 liter per detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi sekitar 4 sampai 5 desa di wilayah sekitar. Alhamdulillah, saat ini instalasi ini sudah mulai difungsionalkan,” jelas Tommy.
Selain memperbaiki fasilitas pengolahan air, tim teknis dari BPBPK Aceh juga melakukan sejumlah langkah penanganan di lapangan. Salah satunya adalah membersihkan material longsoran serta sedimen yang menumpuk di area intake akibat dampak bencana.
Pembersihan tersebut dilakukan agar aliran air dapat kembali berjalan lancar dan proses pengolahan air tidak terganggu. Tim juga membuka kembali akses menuju lokasi instalasi untuk mempercepat proses perbaikan dan pemulihan infrastruktur.
“Kami juga melakukan perlindungan terhadap sumber air agar tidak tercemar oleh aktivitas di sekitar kawasan, sehingga kualitas air yang diolah tetap terjaga,” katanya.
Ke depan, pemerintah berencana melanjutkan upaya pemulihan dan peningkatan infrastruktur SPAM Lampahan agar cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bener Meriah dapat semakin luas.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan pada jaringan pipa distribusi yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah titik akibat bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
“Kami juga akan melakukan perbaikan terhadap pipa distribusi yang kemarin sempat terjadi kerusakan di beberapa tempat akibat bencana. Saat ini sudah ada beberapa yang diperbaiki. Tentu ke depan, harapannya bisa lebih banyak memberikan cakupan layanan bagi masyarakat di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya,” pungkas Tommy.
Dengan berbagai upaya perbaikan dan penguatan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap sistem penyediaan air minum di kawasan Lampahan dapat berfungsi lebih baik serta mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan. []
Siti Sholehah.
