Indonesia Perkuat Kerja Sama Industri dan Energi dengan Jepang

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan kemitraan strategis dengan Jepang guna mendorong pengembangan industri, percepatan transisi energi, serta penguatan rantai pasok global. Kolaborasi kedua negara dinilai memiliki peran penting dalam mendukung transformasi industri nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat melakukan pertemuan dengan Executive Acting Secretary-General Liberal Democratic Party, Koichi Hagiuda, di Tokyo, Jepang. Pertemuan itu membahas sejumlah sektor strategis yang dapat dikembangkan melalui kerja sama kedua negara.

“Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,” ujar Airlangga, sebagaimana dilansir Batamtoday, Jumat, (13/03/2026).

Menurut Airlangga, kontribusi Jepang terhadap pengembangan industri otomotif di Indonesia sangat signifikan, terutama dalam membangun jaringan industri komponen dan produksi kendaraan. Pemerintah Indonesia pun menyampaikan apresiasi atas investasi Jepang yang selama ini membantu memperkuat industri otomotif nasional.

Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif dengan meningkatkan daya saing industri komponen otomotif, khususnya pada kelompok tier 2 dan tier 3. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat rantai pasok industri sekaligus meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Dalam kesempatan itu, Koichi Hagiuda juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan. Beberapa kebijakan yang menjadi perhatian antara lain implementasi program B40 serta rencana pengembangan bahan bakar E20 pada 2028 sebagai bagian dari agenda transisi energi di sektor transportasi.

Selain sektor otomotif, kerja sama Indonesia dan Jepang juga berkembang dalam pengembangan energi baru dan terbarukan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Sejumlah proyek yang masuk dalam skema tersebut telah mencapai tahap financial closing dan kini mulai direalisasikan.

Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain pembangunan pembangkit listrik panas bumi di Muara Laboh, Sumatera Barat, proyek waste-to-energy di Legok Nangka, Jawa Barat, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.

Kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi di sektor industri strategis lainnya, termasuk penguatan kerja sama melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC). Lembaga tersebut diharapkan dapat memperluas pengembangan sumber daya dan industri antara kedua negara.

Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam memperkuat sektor economic security, termasuk pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.

Pertemuan ini menegaskan semakin eratnya hubungan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang. Kedua negara berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat transformasi industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *