Tekanan Ekonomi Menguat, UMKM Didorong Benahi Keuangan
SOLO – Upaya memperkuat ketahanan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong melalui peningkatan literasi keuangan, menyusul masih lemahnya pengelolaan keuangan yang menjadi persoalan mendasar di tengah tekanan ekonomi yang tidak menentu.
Kondisi tersebut ditandai dengan masih banyaknya pelaku UMKM yang mencampur keuangan pribadi dan usaha, tidak memiliki pencatatan arus kas yang jelas, hingga kesulitan menghitung laba secara riil. Situasi ini membuat pelaku usaha rentan terhadap risiko penurunan penjualan maupun gangguan operasional.
Merespons hal itu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk melalui program Bakti Tugu menggandeng Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan bagi sekitar 100 pelaku UMKM binaan di Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Pelatihan ini menitikberatkan pada praktik pengelolaan keuangan yang sederhana dan aplikatif, mulai dari pemisahan dana pribadi dan usaha, pencatatan arus kas, penyusunan laporan laba rugi sederhana, hingga pengelolaan utang-piutang.
Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary/Corsec) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Dudi Subekti, menegaskan bahwa penguatan manajemen keuangan menjadi kunci keberlanjutan usaha. “UMKM adalah motor penggerak ekonomi nasional. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan terencana, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan bisnis,” ujarnya.
Program ini juga selaras dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, khususnya di sektor UMKM.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM tidak hanya bertahan di tengah dinamika ekonomi, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, sebagaimana dilansir Jawa Pos, Selasa (24/03/2026). []
Penulis: Mohamad Nur Asikin | Penyunting: Redaksi01
