Industri Otomotif Jerman Terdesak, China Jadi Acuan Baru

JAKARTA – Tekanan persaingan di pasar China memaksa industri otomotif Jerman mengevaluasi strategi bisnisnya, setelah Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume menilai pendekatan perencanaan industri China lebih disiplin dan efektif dalam menghadapi transformasi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Blume di tengah ketatnya kompetisi di pasar otomotif China yang kini dihuni lebih dari 150 pemain, serta percepatan inovasi di sektor kendaraan listrik dan digitalisasi.

“China bertindak dengan cara yang sangat terencana dan memiliki prioritas yang jelas. Strukturnya diatur secara optimal,” ujarnya.

Menurut Blume, keunggulan China tidak hanya terletak pada besarnya pasar, tetapi juga pada konsistensi dalam mengeksekusi strategi industri.

“Hal yang sangat positif yang kami alami di China adalah tingkat disiplin yang tinggi dan kemauan untuk mengeksekusi,” kata Blume, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (24/03/2026).

Ia menilai pelaku industri di Eropa perlu mulai mengadopsi praktik terbaik dari luar kawasan untuk menghadapi perubahan besar, termasuk elektrifikasi dan digitalisasi kendaraan.

Di sisi lain, tekanan kompetisi tersebut mulai berdampak pada kinerja Volkswagen. Pada 2025, pengiriman kendaraan global perusahaan tercatat mencapai 8,98 juta unit, turun 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan terbesar terjadi di pasar China yang mengalami kontraksi 8 persen menjadi 2,69 juta unit, meski selama ini menjadi kontributor utama pertumbuhan Volkswagen. Sebaliknya, pasar Eropa dan Amerika Selatan masih mencatat pertumbuhan masing-masing 4,5 persen dan 11,6 persen.

Menghadapi situasi tersebut, Volkswagen tengah melakukan transformasi besar, termasuk rencana efisiensi melalui pengurangan sekitar 50.000 tenaga kerja di Jerman hingga 2030.

Di tengah tekanan itu, perusahaan mulai melihat peluang di segmen kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV). Penjualan BEV meningkat 32 persen menjadi 983.100 unit atau sekitar 11 persen dari total penjualan global.

Namun demikian, performa kendaraan listrik Volkswagen di China masih tertahan. Perusahaan kini menyiapkan model baru berbasis pengembangan lokal guna mengejar ketertinggalan dari produsen domestik yang bergerak lebih cepat dalam inovasi.

Ke depan, adaptasi strategi dan percepatan inovasi dinilai menjadi faktor penentu bagi industri otomotif Eropa untuk tetap kompetitif di pasar global yang semakin dinamis. []

Penulis: Ruly Kurniawan | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *