Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Tekan Rentenir

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan akses pembiayaan yang dinilai membebani petani dan masyarakat berpenghasilan rendah, serta mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penyaluran kredit murah guna memutus ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi.

Gagasan tersebut muncul sebagai respons atas kondisi di lapangan, di mana petani kerap mengalami kesulitan likuiditas selama masa tanam hingga panen. Pemerintah memproyeksikan koperasi ini menjadi alternatif pembiayaan yang lebih adil dibanding praktik pinjaman informal dengan bunga tinggi.

Presiden menjelaskan, siklus tanam padi yang mencapai sekitar 120 hari membuat petani rentan mengalami tekanan keuangan. Dalam periode tersebut, kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan keluarga sering kali memaksa mereka mencari pinjaman cepat.

“Ada yang lapor ke saya, ‘Pak, sulit Pak kita perbaiki nasibnya petani.’ Kenapa? Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen. Dan di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit jadi dia perlu pinjam uang,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pilihan yang tersedia bagi petani kerap mengarah pada pinjaman dari rentenir dengan bunga tinggi yang memberatkan. “Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir minta darat. Dan rentenir itu ngeri. Dia tuh 1% sehari. Can you imagine gimana gitu?” imbuhnya.

Presiden juga menilai terdapat kesenjangan signifikan antara bunga kredit yang diterima pelaku usaha besar dan masyarakat kecil. Ia menyebut suku bunga yang diterima kelompok ekonomi lemah jauh lebih tinggi dibanding pengusaha besar.

“Maaf ya. Pengusaha besar konglomerat berapa persen? 7%, 8% paling tinggi 9% lah, 10% lah katakanlah 12% lah katakanlah, ya rakyat kecil 20% saya bilang tidak bisa,” tegasnya, sebagaimana diberitakan Narasitoday, Kamis (26/03/2026).

Untuk itu, pemerintah merancang Koperasi Desa Merah Putih sebagai lembaga penyalur pembiayaan dengan bunga rendah, bahkan ditargetkan berada di bawah kisaran bunga kredit yang selama ini diterima masyarakat kecil.

“Masa orang miskin dikenakan 1% sehari. Itu satu. Jadi sekarang dengan Koperasi Merah Putih kita akan siapkan kredit murah. Kredit murah,” kata Prabowo. “Nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu (20%). Kalau perlu 6% setahun.”

Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi di pedesaan, sehingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dalam jangka panjang. []

Penulis:  Alysa | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *