Kurs Rupiah Menguat, Efek Negosiasi AS-Iran Mulai Terasa
JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (26/03/2026), didorong sentimen global yang membaik pascalibur Idulfitri serta ekspektasi stabilitas kebijakan domestik.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.890 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS justru naik tipis 0,03% ke posisi 99,62, sementara pergerakan mata uang di kawasan Asia Pasifik cenderung bervariasi.
Penguatan rupiah terjadi setelah sebelumnya sempat tertekan hingga menyentuh Rp16.930 per dolar AS. Mengutip data Trading Economics, perbaikan nilai tukar ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar seiring upaya Amerika Serikat membuka dialog dengan Iran guna meredakan konflik di Timur Tengah, serta membaiknya sentimen pasar setelah libur panjang Idulfitri.
Di dalam negeri, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal. “tidak ada rencana untuk melampaui batas defisit anggaran Indonesia sebesar 3%, dengan langkah-langkah darurat hanya dipersiapkan untuk krisis besar,” sebagaimana diberitakan Bisnis, Kamis (26/03/2026).
Meski demikian, tekanan eksternal masih membayangi, terutama dari kenaikan harga energi global yang berpotensi memicu inflasi, mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Merespons dinamika tersebut, Bank Indonesia (BI) menyiapkan kebijakan stabilisasi nilai tukar yang akan mulai berlaku 1 April 2026. Kebijakan itu meliputi pembelian valuta asing (valas) di atas US$50.000 serta peningkatan batas penjualan Non-Deliverable Forward (NDF) domestik menjadi US$10 juta. Sebelumnya, BI juga mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan.
Sementara itu, perbankan nasional menetapkan kurs dolar AS yang relatif beragam pada perdagangan pagi ini. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menetapkan kurs beli Rp16.895 dan jual Rp16.915 untuk layanan e-rate. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mematok kurs beli Rp16.888 dan jual Rp16.914. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Bank Mandiri) menetapkan kurs beli Rp16.860 dan jual Rp16.890 untuk special rate. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menetapkan kurs beli Rp16.890 dan jual Rp16.910.
Pergerakan kurs tersebut mencerminkan respons pelaku pasar terhadap kombinasi sentimen global dan kebijakan domestik, dengan harapan stabilitas rupiah tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. []
Penulis: Ni Luh Anggela | Penyunting: Redaksi01
