Mendagri Tekankan Peran MBR dalam Pembangunan Rumah Swadaya
HUMBANG HASUNDUTAN – Pemerintah menyoroti peran aktif masyarakat dalam pembangunan rumah swadaya sebagai strategi mengentaskan kemiskinan ekstrem di Sumatera Utara (Sumut). Penekanan ini disampaikan saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Nagasaribu IV, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis 26 Maret 2026.
Program BSPS, yang menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), mengalami lonjakan signifikan di Sumut tahun ini. Total rumah yang akan diperbaiki mencapai 19.668 unit, naik drastis dibandingkan 1.982 unit pada 2025, dan termasuk dalam target nasional 400.000 unit rumah. Kabupaten Humbahas sendiri memperoleh alokasi 457 unit.
“Kesuksesan program ini sangat bergantung pada semangat gotong royong masyarakat. Kekompakan ini harus betul-betul menjadi pegangan, termasuk dalam rangka bangun rumah. Karena bangun rumah swadaya ini perlu kegotongroyongan,” tegas Mendagri di sela kegiatan, sebagaimana dilansir Prfmnews, Kamis, (26/03/2026).
Kegiatan swadaya ini berbeda dengan pembangunan perumahan komersial, karena mendorong masyarakat untuk terlibat langsung, baik dalam tenaga maupun pengawasan pembangunan. Mendagri menekankan bahwa rumah layak huni menjadi indikator kinerja kepala daerah dan merupakan bagian dari upaya mengurangi kemiskinan serta kemiskinan ekstrem.
Selain itu, pemerintah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk membangun rumah, termasuk pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Sinergi lintas kementerian ini bertujuan mempercepat pencapaian program perumahan nasional.
Mendagri juga mengapresiasi Pemda dan masyarakat Humbahas atas percepatan pemulihan pascabencana, termasuk pemulihan infrastruktur umum dan fasilitas ibadah. “Saya kagum dengan Humbahas. Kekompakan Pak Bupati, Forkopimda, dan seluruh masyarakat luar biasa. Jalan-jalan yang tadinya tertutup longsor, hanya dalam waktu empat hari langsung terbuka,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, pelaku usaha bahan bangunan, serta warga setempat. []
Penulis: Rian Firmansyah | Penyunting: Redaksi01
