Kunjungan Wisata Turun, Okupansi Hotel Bantul Ikut Melemah

BANTUL – Kinerja sektor pariwisata di Kabupaten Bantul (Bantul) selama libur Idulfitri 2026 menunjukkan perlambatan, tercermin dari tingkat hunian hotel yang belum mencapai target pelaku usaha. Okupansi tercatat sekitar 70 persen, lebih rendah dari target 80 persen yang diharapkan.

Data tersebut dihimpun hingga Kamis, 26 Maret 2026, selama periode libur Lebaran. Capaian ini dinilai belum cukup menggambarkan peningkatan signifikan, mengingat jumlah kamar hotel di Bantul yang masih terbatas, yakni kurang dari 300 unit.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra, menyampaikan bahwa secara persentase angka tersebut terlihat cukup tinggi, namun secara riil belum memberikan dampak optimal bagi industri perhotelan. “Untuk okupansi selama libur Lebaran di Bantul kurang lebih 70 persen tapi ya berapa lah hotel di Bantul, meskipun terlihat agak tinggi tapi jumlah kamarnya kan sedikit,” kata Hendra, sebagaimana dilansir Harianjogja, Kamis, (26/03/2026).

Ia menambahkan, capaian tersebut juga belum memenuhi target yang ditetapkan pelaku usaha. “Itu belum sesuai target kami yang di angka 80 persen selama libur Lebaran,” ujarnya.

Di sisi lain, penurunan jumlah kunjungan wisatawan turut memengaruhi tingkat hunian hotel. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bantul, Saryadi, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap melemahnya pergerakan wisata.

“Kemudian juga terkait mahalnya retribusi masuk ke pantai Bantul, tapi saya kira itu ya relatif lah belum tentu juga. Kemudian juga pantai selatan Bantul yang hanya begitu-begitu saja, jadi orang mungkin sudah bosan,” ungkap Saryadi.

Selain faktor ekonomi, daya tarik destinasi yang dinilai stagnan juga disebut memengaruhi minat wisatawan untuk kembali berkunjung. Kondisi ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi sektor pariwisata, termasuk tingkat hunian hotel yang tidak mengalami lonjakan signifikan selama momentum libur Lebaran.

Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah masa libur sekolah berakhir guna mengidentifikasi kendala dan merumuskan strategi perbaikan sektor pariwisata ke depan. “Setelah selesai libur nanti akan kami evaluasi semuanya, agar ke depan ada perbaikan yang optimal di sektor pariwisata Bantul,” katanya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan daya tarik destinasi sekaligus memperbaiki kinerja industri pariwisata di Bantul pada periode libur berikutnya. []

Penulis: Yosef Leon | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *