Saham Bank Jago Turun, Prospek Masih Cerah
JAKARTA – Penurunan harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) hingga hampir 30 persen sejak awal 2026 dinilai analis sebagai peluang akumulasi, seiring fundamental kinerja perusahaan yang tetap kuat dan prospek pertumbuhan yang masih terjaga.
Pada penutupan perdagangan Kamis (26/03/2026), saham ARTO berada di level Rp1.385 atau turun 1,07 persen dibandingkan hari sebelumnya. Secara year to date (YTD), saham ini telah terkoreksi 29,70 persen, mencerminkan tekanan pasar terhadap sektor perbankan digital.
Meski demikian, kinerja keuangan PT Bank Jago Tbk sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Laba bersih tercatat Rp276 miliar, meningkat 6,9 persen secara kuartalan (quarter on quarter / QoQ) dan melonjak 115 persen secara tahunan (year on year / YoY). Kinerja ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income / NII) sebesar 59 persen YoY serta pendapatan non-bunga yang tumbuh 57 persen YoY.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia Faiq Asad menilai tren efisiensi perusahaan menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ke depan. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio / CIR) turun menjadi 58 persen pada 2025 dari 74 persen pada 2024 dan diproyeksikan terus membaik. “Momentum pertumbuhan ARTO tetap terjaga, meskipun investasi pada teknologi dan infrastruktur masih tinggi,” ujar Faiq sebagaimana dilansir Kontan, Kamis, (26/03/2026).
Efisiensi tersebut diperkirakan mendorong pertumbuhan laba bersih hingga 90 persen YoY pada 2026 dan 84 persen YoY pada 2027. Selain itu, penyaluran kredit juga mencatatkan pertumbuhan solid menjadi Rp24,3 triliun pada akhir 2025 atau naik 38 persen YoY, dan kembali meningkat menjadi Rp24,5 triliun pada Januari 2026.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 38 persen YoY menjadi Rp25,9 triliun pada 2025. Rasio current account savings account (CASA) meningkat hingga sekitar 51 persen, yang berdampak pada penurunan biaya dana (cost of funds) menjadi 3,8 persen dan peningkatan margin bunga bersih (net interest margin / NIM) menjadi 8,5 persen.
Berdasarkan proyeksi tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ARTO dengan target harga Rp2.600. Valuasi ini mencerminkan rasio price to book value (P/BV) sebesar 4,1 kali untuk tahun buku 2026.
Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, antara lain potensi pelemahan konsumsi masyarakat, kondisi likuiditas yang lebih ketat, serta kemungkinan penurunan kualitas aset. Faktor-faktor tersebut dinilai dapat memengaruhi kinerja perbankan secara keseluruhan.
Dengan kombinasi koreksi harga saham dan fundamental yang masih kuat, saham ARTO dinilai memiliki peluang pemulihan, meskipun tetap dibayangi ketidakpastian kondisi ekonomi. []
Penulis: Avanty Nurdiana | Penyunting: Redaksi01
