Kendari Siap Go Global, UMKM Jadi Sorotan di UCLG Aspac 2026

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menjadikan ajang internasional United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG Aspac) 2026 sebagai momentum strategis untuk memperluas akses pasar global bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan, penyelenggaraan forum internasional tersebut tidak hanya berorientasi pada agenda pemerintahan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat daya saing produk daerah.

“Ini bukan hanya tentang pemerintah. Ini tentang kita semua, tentang masyarakat yang harus ikut merasakan manfaatnya,” ujar Siska saat rapat pemantapan di Aula Samaturu, Kamis (26/03/2026), sebagaimana dilansir Sumber Berita, Jumat, (27/03/2026).

Ajang UCLG Aspac 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Kendari akan menghadirkan ratusan delegasi dari kawasan Asia Pasifik. Kehadiran peserta internasional ini dinilai sebagai peluang untuk memperkenalkan produk lokal, budaya, hingga potensi ekonomi daerah secara lebih luas.

Pemkot Kendari menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk kurasi produk UMKM yang akan ditampilkan dalam kegiatan ekspo. Produk-produk tersebut dipersiapkan secara matang, mulai dari peningkatan kualitas, desain kemasan, hingga pemenuhan standar agar mampu bersaing di pasar global.

Pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga produk olahan lokal, akan menjadi representasi identitas Kendari dalam forum tersebut. Mereka diharapkan tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga mampu menarik minat pasar internasional.

Selain UMKM, Pemkot Kendari juga memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan sektor pariwisata, perikanan, dan sumber daya alam sebagai bagian dari potensi unggulan daerah. Upaya ini diarahkan untuk membuka peluang investasi dan memperluas jejaring kerja sama ekonomi.

Kegiatan UCLG Aspac 2026 juga akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari, serta diisi dengan berbagai agenda pendukung seperti pertunjukan budaya dan promosi wisata.

Pemkot Kendari turut membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum, guna memastikan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala internasional tersebut.

“Pada akhirnya, UCLG Aspac 2026 bukan sekadar agenda internasional. Ini adalah cerita tentang harapan, tentang bagaimana sebuah kota di timur Indonesia berani melangkah lebih jauh, membawa potensi lokalnya ke panggung dunia, dengan masyarakat sebagai jantung dari setiap langkahnya,” tutup Siska.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, ajang ini diharapkan mampu menjadi titik awal peningkatan daya saing UMKM Kendari serta memperkuat posisi daerah dalam peta ekonomi global. []

Penulis: Herlis Ode Mainuru | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *