KAI Sumbar Bukukan Zero Accident di Tengah Lonjakan Penumpang Lebaran
PADANG – Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar) menandai berakhirnya masa pengawasan intensif, dengan capaian utama berupa operasional kereta api tanpa kecelakaan atau zero accident sepanjang periode mudik, sekaligus tingginya animo masyarakat menggunakan moda transportasi rel.
Penutupan posko dilakukan seiring kebijakan nasional, meskipun masa Angkutan Lebaran masih berlangsung hingga 1 April 2026 dengan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan normal melayani masyarakat.
Keberhasilan tersebut tercermin dari catatan keselamatan yang terjaga serta kelancaran layanan selama periode mudik. Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menyebut capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh lini operasional perusahaan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama kami dalam setiap operasional perjalanan kereta api. Alhamdulillah, selama masa Angkutan Lebaran tahun ini, seluruh perjalanan dapat berjalan dengan selamat, lancar, dan terkendali,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (31/03/2026).
Selain aspek keselamatan, tingginya minat masyarakat juga menjadi indikator keberhasilan layanan. KAI Divre II Sumbar mencatat total volume penumpang mencapai 143.361 pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Dari jumlah tersebut, layanan Kereta Api (KA) Pariaman Ekspres menjadi kontributor terbesar dengan jumlah pengguna mencapai 100.708 pelanggan, menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi kereta api di wilayah tersebut.
Puncak penjualan tiket terjadi pada 24 Maret 2026 dengan total 10.262 tiket terjual dalam sehari, atau setara 132 persen dari kapasitas harian sebanyak 7.792 kursi, mencerminkan lonjakan permintaan selama periode mudik.
Untuk menjaga kualitas layanan, KAI Divre II Sumbar melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penambahan personel di stasiun, peningkatan pengamanan jalur rel, hingga penyediaan fasilitas pendukung guna menciptakan kenyamanan pelanggan, termasuk menghadirkan suasana stasiun yang lebih humanis.
Ke depan, perusahaan berkomitmen mempertahankan standar keselamatan dan pelayanan yang telah dicapai, sekaligus menjawab tingginya kebutuhan transportasi publik yang aman dan andal di wilayah Sumbar. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
