Pasar Simpang Tering Bantu Pedagang, Kini Terancam Pelebaran Jalan

Screenshot

Pasar Simpang di Tering memberikan kemudahan bagi pedagang kecil, namun keberlanjutannya terancam rencana pelebaran jalan.

KUTAI BARAT – Keberadaan Pasar Simpang di simpang empat Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), memberikan manfaat signifikan bagi pedagang kecil, meskipun masih dibayangi ketidakpastian terkait rencana pelebaran jalan oleh pemerintah.

Salah satu pedagang, Mbah Yatini, mengaku telah merasakan langsung dampak positif dari keberadaan pasar tersebut selama lebih dari lima tahun berjualan.

“Sudah lima tahun lebih berjualan. Jualannya sayur, ya ikan, ya ayam, ya nasi,” ujar Mbah Yatini pada Minggu (05/04/2026).

Pasar Simpang dinilai memiliki lokasi yang strategis karena berada di pertemuan arus lalu lintas dari beberapa wilayah, seperti Sungai Babi, Tering, dan Rapak, sehingga memudahkan akses bagi pembeli maupun pedagang.

“Soalnya pasar ini nggak jauh dari rumah, terus di sini dekat dengan simpang empat. Orang yang dari Sungai Babi, dari Tering, dari Rapak juga nggak kejauhan,” jelasnya.

Selain itu, biaya sewa lapak yang relatif terjangkau juga menjadi faktor pendukung keberlangsungan usaha pedagang kecil. Para pedagang hanya dikenakan biaya sebesar Rp10 ribu per hari.

“Kalau biaya lapaknya 10 ribu, itu nggak keberatan,” katanya.

Menurut Mbah Yatini, keberadaan fasilitas pasar yang sudah tersedia juga memberikan kenyamanan bagi pedagang, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca.

“Dengan adanya pasar ini merasa terbantu, lebih terbantu lagi karena pasarnya tinggal pakai, nggak kehujanan,” ungkapnya.

Namun demikian, terdapat kekhawatiran di kalangan pedagang terkait rencana pelebaran jalan di sekitar lokasi pasar. Informasi tersebut membuat pemilik lahan belum melakukan perbaikan fasilitas pasar karena khawatir terdampak proyek pemerintah.

“Lahan ini kan milik pribadi, saya dengar kabar mau ada pemekaran jalan dari pemerintah. Jadi pemiliknya bukan tidak mau memperbaiki, takutnya nanti kalau sudah diperbaiki, ternyata kena proyek jalan, malah rugi biaya,” jelasnya.

Meski menghadapi ketidakpastian tersebut, para pedagang berharap Pasar Simpang tetap dapat beroperasi dan terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha kecil di Kubar.[]

Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *