1,5 Juta Warga Dagestan Masuk Zona Darurat, Banjir Lumpuhkan Wilayah
08/04/2026
Banjir besar di Dagestan menyebabkan 1,5 juta warga terdampak, ribuan rumah rusak, serta infrastruktur vital lumpuh di berbagai wilayah.
DAGESTAN – Banjir besar yang melanda Republik Dagestan, Rusia, menyebabkan hingga 1,5 juta warga masuk dalam zona keadaan darurat, dengan ribuan rumah rusak, infrastruktur lumpuh, serta ribuan warga harus dievakuasi.
Kepala Republik Dagestan, Sergey Melikov, menyampaikan bahwa status darurat ditetapkan di 11 wilayah administratif (municipality) terdampak, sebagaimana dilansir Yugsn, Selasa (08/04/2026), dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Melikov menjelaskan, sebanyak 6.229 warga telah dievakuasi, termasuk sekitar 1.300 anak. Pemerintah daerah juga telah membuka 55 posko penampungan sementara dengan kapasitas lebih dari 1.800 orang.
“pemerintah daerah telah membuka 55 posko penampungan sementara dengan kapasitas lebih dari 1.800 orang untuk menampung warga terdampak banjir. Saat ini sekitar 700 orang masih bertahan di posko, sementara yang lain mengungsi ke rumah kerabat dan keluarga,” ujarnya.
Bencana ini menyebabkan kerusakan luas pada permukiman warga. Lebih dari 6.000 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda, termasuk rumah susun di kota Makhachkala, Buynaksk, dan Derbent. Selain itu, sebanyak 842 fasilitas sosial, seperti gedung layanan publik dan fasilitas umum, turut terdampak.
Gangguan juga terjadi pada infrastruktur dasar, di antaranya jaringan listrik di 564 permukiman serta pasokan gas di lebih dari 7.000 rumah tinggal.
Di Distrik Buynaksk, pergerakan tanah dan longsor membuat 40 rumah berada di zona berbahaya. Sementara di Distrik Derbent, jebolnya tanggul dan kompleks bangunan hidroteknik menyebabkan 258 rumah warga serta lahan di sekitarnya terendam banjir.
Sektor pertanian turut terdampak signifikan. Banjir dilaporkan menewaskan sekitar 700 ekor sapi dan ternak besar lainnya, lebih dari 2.200 ternak kecil, serta lebih dari 60.000 unggas.
Dampak bencana juga meluas ke sektor transportasi. Longsor dan aliran lumpur mengganggu akses di 27 ruas jalan, termasuk jalan raya federal R-217 Kavkaz, yang sempat memutus hubungan transportasi dengan 97 permukiman.
Selain itu, kerusakan terjadi pada jalur Kereta Api Kaukasus Utara akibat terkikisnya pondasi jembatan hingga menyebabkan sebagian struktur runtuh dan dua segmen rel hanyut. Saat ini, otoritas perkeretaapian dan dinas pekerjaan umum bekerja dalam kondisi siaga penuh untuk mempercepat pemulihan.
Hingga kini, lebih dari 2.000 rumah masih terendam banjir, disusul lebih dari 2.100 lahan pekarangan dan lebih dari 180 segmen jalan terdampak. Akses transportasi masih terputus di lebih dari 80 permukiman, sementara pemulihan jaringan listrik terus dilakukan di sekitar 200 wilayah terdampak.
Pemerintah Dagestan menyatakan akan terus mengintensifkan penanganan darurat serta mempercepat pemulihan infrastruktur guna meminimalkan dampak lanjutan bagi masyarakat. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum
