Jelang Haji 2026, Pemkab Paser Pastikan Layanan dan Kesehatan Jemaah
Pemkab Paser memastikan kesiapan layanan, kesehatan, dan koordinasi lintas sektor untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Embarkasi Balikpapan.
PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menegaskan kesiapan layanan dan perhatian terhadap kesehatan jemaah dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi Embarkasi Balikpapan yang digelar di Aula Jabal Nor, Sabtu (11/04/2026). Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan optimal, aman, dan tertib bagi jemaah haji.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan dari Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Utara (Sulut). Pemkab Paser diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Saberi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Paser Abdurrahman, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Agus Wintoro.
Dalam rapat tersebut, Kabag Kesra Saberi menyampaikan kesiapan fasilitasi daerah, meliputi dukungan pelayanan jemaah, kesiapan administrasi, hingga penguatan koordinasi lintas sektor guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Selain itu, dibahas kesiapan operasional penerbangan oleh Angkasa Pura dan maskapai Garuda Indonesia, kesiapan tim kesehatan embarkasi, fasilitas embarkasi, serta dukungan layanan keimigrasian sebagai bagian dari rangkaian pelayanan terpadu.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Paser Abdurrahman, yang hadir mewakili Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, memaparkan jadwal penerbangan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji 2026. Jadwal tersebut mencakup jemaah dari Kaltim, Kaltara, Sulteng, dan Sulut.
Sementara itu, PPTK Agus Wintoro menekankan pentingnya kesiapan kondisi kesehatan jemaah sebelum keberangkatan. “Kepada jemaah dipastikan, khususnya yang hamil, agar memperhatikan kondisi fisik dengan usia kehamilan minimal 14 minggu dan maksimal 26 minggu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah dengan kondisi anemia untuk menjalani penanganan medis terlebih dahulu. “Untuk penderita anemia agar melakukan transfusi darah sebelum masuk embarkasi,” ujarnya.
Selain aspek kesehatan, kesiapan layanan bagi jemaah lanjut usia juga menjadi perhatian. “Penyiapan dari pihak maskapai untuk kursi roda bagi lansia juga sudah disiapkan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Biro Kesra menegaskan kualitas layanan haji tahun ini harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kaltim menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan haji melalui prinsip tri sukses haji.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak, termasuk Pemkab Paser, diharapkan mampu memastikan kesiapan menyeluruh sehingga penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
