IHSG Naik 6,14% Sepekan, Waspada Koreksi di Awal Pekan
JAKARTA – Penguatan indeks saham global dan domestik dalam sepekan terakhir mendorong optimisme pasar, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memasuki fase konsolidasi dengan potensi pelemahan pada awal pekan ini.
Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) mencatat indeks utama di Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja positif. Indeks S&P 500 menguat 3,56 persen, Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 3,04 persen, dan Nasdaq Composite menguat 4,68 persen sepanjang pekan lalu.
Di pasar domestik, IHSG juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,07 persen dan secara mingguan atau week on week (WoW) meningkat 6,14 persen. Seluruh sektor saham mengalami kenaikan, dengan sektor industrial memimpin penguatan sebesar 4,29 persen pada perdagangan Jumat (10/04/2026).
Namun, kondisi geopolitik global masih menjadi faktor penekan sentimen pasar. Gencatan senjata dua pekan di kawasan Timur Tengah dilaporkan rapuh akibat dugaan pelanggaran, termasuk serangan berkelanjutan Israel ke Lebanon. Situasi ini menambah ketidakpastian di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Analis KISI menilai, pergerakan IHSG dalam waktu dekat cenderung terbatas.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang konsolidasi pada pekan ini dengan pelemahan di awal pekan. Dengan Resisten 7500 dan Support 7300,” sebut analis KISI dalam riset, sebagaimana dilansir Pasardana, Senin (13/04/2026).
Dalam riset tersebut, KISI juga merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading idea. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan trading buy dengan rentang harga masuk 3.640–3.700, target harga 3.090 dan 4.060, serta batas kerugian (stop loss) jika ditutup di bawah 3.510.
Sementara itu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga masuk rekomendasi trading buy dengan harga masuk 1.480–1.560, target harga 1.655 dan 1.700, serta stop loss di bawah 1.440.
KISI menilai kombinasi sentimen positif dari pasar global dan kehati-hatian terhadap risiko geopolitik akan menjadi penentu arah IHSG dalam jangka pendek, sehingga investor disarankan mencermati level teknikal serta perkembangan isu global. []
Penulis: Ria | Penyunting: Redaksi01
