Pemprov Papua Gandeng KAI, Kereta Api Segera Dikaji

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai mendorong percepatan pembangunan infrastruktur transportasi modern dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) untuk menjajaki pembangunan jalur kereta api di wilayah tersebut. Langkah ini diawali melalui pertemuan antara Gubernur Papua dan jajaran direksi KAI pada Rabu, 15 April 2026.

Pertemuan tersebut menjadi tahap awal pembahasan proyek yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Papua, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Gubernur Papua Matius D Fakhiri menyampaikan bahwa rencana pembangunan kereta api merupakan bagian dari upaya menghadirkan moda transportasi darat modern yang terintegrasi di Papua.

“Kehadiran kereta api di wilayah timur Indonesia tidak lepas dari perhatian pemerintah pusat, khususnya Prabowo Subianto,” ujar Fakhiri di Jakarta, sebagaimana diberitakan Medcom, Kamis (16/04/2026).

Ia menjelaskan, tahap awal pembangunan direncanakan akan mencakup rute Jayapura hingga Kabupaten Jayapura. Proyek tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas di masa mendatang.

“Semoga proyek ini menjadi awal pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua. Kereta api tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk angkutan barang,” kata Fakhiri.

Sebagai tindak lanjut, KAI dijadwalkan melakukan survei rute pembangunan rel pada akhir April 2026. Survei ini menjadi bagian dari kajian teknis untuk memastikan kesiapan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Direktur Utama (Dirut) KAI Bobby Rasydin menilai inisiatif Pemprov Papua sebagai langkah strategis dalam membuka akses ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

“Dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini dapat membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Menurut Bobby, pembangunan kereta api di Papua tidak hanya berfokus pada sektor transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran kereta api merupakan implementasi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bobby.

Rencana ini juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperluas pembangunan infrastruktur secara merata, termasuk di wilayah Papua yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas.

Apabila terealisasi, proyek kereta api di Papua berpotensi mempercepat distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan. []

Penulis: Arga Sumantri | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *