Pasar Tavanjuka Bangkit, Pemkot Palu Terapkan Sistem QRIS
PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mulai mendorong transformasi pasar tradisional berbasis digital dan modern melalui pengoperasian kembali Tavanjuka Market pada Rabu (15/04/2026), sebagai upaya memperkuat daya saing ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kenyamanan transaksi masyarakat.
Pasar Tavanjuka yang telah direvitalisasi sejak Juni 2025 kini hadir dengan konsep pasar modern, termasuk penerapan sistem pembayaran nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta penataan area dagang yang lebih tertib dan representatif.
Wakil Wali Kota (Wawali) Palu Imelda Liliana Muhidin menyampaikan bahwa pengoperasian kembali pasar tersebut diharapkan menjadi titik awal pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
“Hari ini Tavanjuka Market resmi beroperasi sebagai upaya kita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kota Palu,” ujar Imelda, sebagaimana dilansir Rri, Rabu (15/04/2026).
Sebelum peresmian, Wawali Palu bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu Irmawati Alkaf meninjau langsung seluruh area tenant guna memastikan kesiapan fasilitas serta kelayakan operasional pasar.
Menurut Imelda, peningkatan fasilitas dilakukan untuk menyelaraskan layanan pasar tradisional dengan standar pasar modern, tanpa menghilangkan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pasar ini sudah modern karena memakai sistem pembayaran nontunai yang difasilitasi oleh pihak bank BTN,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kenyamanan dan kualitas pelayanan menjadi fokus utama dalam pengelolaan pasar, sehingga mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
“Semua ini kita lakukan agar masyarakat lebih nyaman dan pelayanan kepada warga Kota Palu semakin meningkat,” ucapnya.
Dalam rangka menjaga ketertiban, Pemkot Palu juga menegaskan akan menata pedagang yang masih berjualan di luar area pasar agar masuk ke dalam fasilitas yang telah disediakan.
“Pedagang yang masih berjualan di luar akan kita tertibkan masuk ke dalam sehingga semuanya bisa bersatu dalam lingkungan yang tertib,” tuturnya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Disperdagind Kota Palu Irmawati Alkaf mengungkapkan bahwa tingkat minat pedagang terhadap Tavanjuka Market tergolong tinggi, dengan seluruh kapasitas 189 lapak telah terisi.
“Berdasarkan catatan kami, sudah ada seratus delapan puluh sembilan pedagang yang mendaftar dan kuotanya sudah seratus persen terpenuhi,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada pemilik lapak yang tidak segera beroperasi dengan membuka peluang bagi pedagang lain untuk menggantikan posisi tersebut.
“Jika mereka tidak segera masuk, maka posisinya akan kami ganti dengan pendaftar lain yang saat ini masih banyak mengantre,” ucapnya.
Dari sisi pembiayaan, Pemkot Palu menetapkan retribusi sewa lapak dengan kisaran Rp62 ribu hingga Rp185 ribu per bulan, yang diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) secara transparan dan terjangkau bagi pedagang.
Ke depan, Pemkot Palu berencana melanjutkan program revitalisasi pasar serupa di sejumlah lokasi lain, termasuk Pasar Inpres, guna memastikan seluruh pusat perdagangan rakyat memiliki standar pelayanan yang modern, bersih, dan tertata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. []
Penulis: Moh. Sidik | Penyunting: Redaksi01
