IHSG Hijau Tipis di Tengah Arus Dana Asing Keluar Rp39,8 Triliun

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau pada level 7.634, Jumat (17/04/2026), meski dibayangi tekanan jual signifikan dari investor asing yang masih mendominasi pergerakan pasar.

Data perdagangan menunjukkan IHSG menguat tipis 12,62 poin atau 0,17 persen dengan total nilai transaksi mencapai Rp15,7 triliun. Pergerakan pasar cenderung berimbang, tercermin dari 348 saham menguat, 349 saham melemah, dan 262 saham stagnan.

Di balik penguatan terbatas tersebut, investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp931,6 miliar di seluruh pasar. Secara akumulatif, arus keluar dana asing sepanjang tahun berjalan (year to date) telah mencapai Rp39,8 triliun, sebagaimana diberitakan Metro Tv, Jumat, (17/04/2026).

Tekanan jual asing terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip), khususnya sektor perbankan. PT Bank Central Asia Tbk mencatat penjualan bersih terbesar dengan nilai Rp522,7 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp225,5 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp212,1 miliar. Selain itu, saham sektor tambang PT Bumi Resources Tbk juga mengalami net sell sebesar Rp107,2 miliar.

Meski sektor keuangan tertekan, beberapa sektor lain mampu menopang IHSG agar tetap berada di zona positif. Sektor properti mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,9 persen, diikuti sektor transportasi yang menguat 1,6 persen.

Penguatan juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 0,79 persen, barang konsumen non-primer 0,57 persen, serta teknologi 0,5 persen. Sementara sektor perindustrian dan barang baku masing-masing naik tipis 0,26 persen dan 0,24 persen.

Sebaliknya, sektor barang konsumen primer mengalami penurunan terdalam sebesar 0,4 persen, diikuti sektor keuangan yang turun 0,3 persen. Sektor kesehatan dan energi turut melemah masing-masing sebesar 0,09 persen dan 0,04 persen.

Di tengah dominasi aksi jual asing, terdapat saham yang justru mencatat pembelian bersih (net buy), yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk sebesar Rp127,3 miliar, menunjukkan adanya peluang selektif di tengah tekanan pasar.

Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons dinamika eksternal, sekaligus menjadi sinyal konsolidasi menjelang perdagangan pekan berikutnya. Pergerakan dana asing pada saham perbankan masih menjadi faktor kunci yang akan memengaruhi arah IHSG ke depan. []

Penulis: Ngatijo Sastro Wiryo | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *