CIMB Niaga Siapkan Rp480 Juta untuk Buyback Saham, Ini Tujuannya

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk memutuskan mengalokasikan dana hingga Rp480 juta untuk pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari strategi penguatan skema remunerasi berbasis kinerja bagi manajemen, setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (20/04/2026).

Keputusan tersebut menegaskan arah kebijakan perusahaan dalam mengaitkan insentif manajemen dengan kinerja dan risiko, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi sektor perbankan. Pembelian kembali saham ini ditujukan khusus untuk mendukung program remunerasi variabel bagi pihak yang dikategorikan sebagai Material Risk Taker (MRT).

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menjelaskan, jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal 220.000 lembar dengan nilai total tidak melebihi Rp480 juta.
“Akan digunakan sebagai bagian dari program remunerasi berbasis saham kepada manajemen bank yang termasuk Material Risk Taker (MRT),” kata dia dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir Kompas, Senin, (20/04/2026).

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45/2015 terkait tata kelola pemberian remunerasi bagi bank umum. Melalui skema ini, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara penghargaan kinerja dan pengelolaan risiko jangka panjang.

Selain menyetujui buyback, RUPST juga menetapkan pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp4,07 triliun. Nilai tersebut setara dengan 40 persen dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp6,78 triliun.

Dividen tunai dijadwalkan dibayarkan paling lambat 30 hari kalender setelah keputusan RUPST. Adapun sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi dan kegiatan usaha ke depan.

Dalam forum yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perubahan anggaran dasar perseroan. Selain itu, disampaikan pula laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), penggunaan dana obligasi subordinasi, serta realisasi pengalihan saham hasil pembelian kembali sebelumnya.

Kebijakan ini mencerminkan upaya CIMB Niaga dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik sekaligus memperkuat struktur keuangan di tengah dinamika industri perbankan. Ke depan, strategi berbasis insentif saham diharapkan mampu meningkatkan kinerja manajemen sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. []

Penulis: Agustinus Rangga Respati | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *