Kurs Rupiah Berpotensi Naik-Turun di Tengah Ketegangan Global
JAKARTA – Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (08/05/2026) di tengah sikap wait and see investor terhadap perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah serta sejumlah data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri. Ketidakpastian tersebut dinilai memengaruhi arus modal dan meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap aset di negara berkembang.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan perhatian investor saat ini tertuju pada perkembangan negosiasi damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta rilis data cadangan devisa Indonesia dan data tenaga kerja Non-Farm Payroll (NFP) AS.
“Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (08/05/2026), bergerak fluktuatif di kisaran 17.250 – 17.400 rupiah per dollar AS,” sebagaimana diwartakan Koran Jakarta, Jumat, (08/05/2026).
Sentimen geopolitik menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan pasar global, terutama setelah meningkatnya peluang kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kondisi tersebut sebelumnya turut mendorong penguatan rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (07/05/2026).
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebut pasar merespons positif perkembangan diplomatik kedua negara tersebut.
“Pasar menyambut positif meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran,” kata Muhammad Amru Syifa di Jakarta.
Mengutip laporan Anadolu dan Axios, AS serta Iran disebut hampir menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan negosiasi nuklir lebih lanjut. Dalam rancangan kesepakatan itu, Iran diminta menangguhkan pengayaan nuklir, sementara AS akan mencabut sanksi dan membuka kembali akses dana yang sebelumnya dibekukan.
Selain itu, kedua negara juga disebut akan melonggarkan pembatasan transit di jalur Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik krusial perdagangan energi global. Meski belum mencapai kesepakatan final, perkembangan tersebut dinilai menjadi titik terdekat menuju perdamaian sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.
Sebelumnya, rupiah ditutup menguat 54 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.333 per dolar AS pada perdagangan Kamis (07/05/2026). Penguatan itu terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya tensi geopolitik global. []
Penulis: Muchamad Ismail | Penyunting: Redaksi01
